EXPRESI.co, SAMARINDA – Kebakaran yang melanda Hotel Atlet milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu malam (18/6) memunculkan kekhawatiran terhadap kelanjutan sejumlah agenda nasional yang sedianya akan digelar di lokasi tersebut.
Kepala UPTD Pengelola Prasarana Olahraga (PPO) GOR Kadrie Oening, Junaidi, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan awal menyebutkan korsleting listrik di panel lantai dua menjadi penyebab munculnya api.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 21.00 lebih, dan diperkirakan api mulai muncul mendekati pukul 22.00 malam. Dugaan sementara berasal dari panel listrik yang korslet di lantai dua,” jelas Junaidi, Kamis (19/06/2025).
Api sempat menjalar hingga lantai enam sebelum akhirnya berhasil dikendalikan. Meski api membesar, sistem pemadam darurat di gedung dilaporkan berfungsi dengan baik sehingga penyebaran dapat dicegah.
“Area yang terbakar hanya sebagian jaringan kabel dan pintu di lantai enam yang ikut terdampak. Tidak ada penyebaran ke area yang lebih luas, karena sistem pemadam darurat bekerja dengan baik,” lanjutnya.
Mengenai kerugian, pihak pengelola masih melakukan pendataan karena kerusakan yang terjadi lebih banyak pada instalasi listrik dan bukan struktur utama bangunan.
“Taksiran kerugian belum bisa dipastikan karena kerusakan utamanya ada pada peralatan,” ungkap Junaidi.
Ia juga mengapresiasi tindakan cepat dari PLN yang langsung memutus aliran listrik ke area terdampak. Hal ini disebut sebagai langkah penting yang mencegah insiden berkembang menjadi lebih parah.
Sistem hidran hotel yang aktif selama kejadian turut mempercepat proses pemadaman, sehingga tim gabungan pemadam kebakaran dapat mengendalikan api dalam waktu yang relatif singkat.
“Alhamdulillah, seluruh perangkat hidran di hotel ini aktif saat dibutuhkan. Ini sangat membantu tim dalam mengendalikan situasi,” katanya.
Insiden kebakaran ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Hotel Atlet dijadwalkan menjadi lokasi tiga kegiatan berskala nasional, termasuk agenda keagamaan dan keolahragaan yang sudah direncanakan berlangsung sepanjang Juni 2025.
Menurut Junaidi, keputusan terkait kelanjutan agenda-agenda tersebut masih menunggu hasil evaluasi teknis dan pemeriksaan menyeluruh dari pihak berwenang.
“Ada tiga kegiatan besar yang rencananya akan menggunakan hotel ini. Namun, kami menunggu hasil pemeriksaan lengkap sebelum membuat keputusan,” tegasnya.
Menindaklanjuti insiden ini, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menginstruksikan tim teknis untuk melakukan investigasi dan perbaikan segera, terutama yang berkaitan dengan sistem keamanan gedung.
Junaidi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap menunggu informasi resmi terkait hasil evaluasi bangunan.
“Kami harap, masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi yang berkembang,” tandasnya.
Sebagai informasi tambahan, Hotel Atlet selama ini kerap dijadikan akomodasi utama untuk atlet dan tamu daerah pada event olahraga berskala regional maupun nasional, termasuk pelaksanaan Pra-PON dan ajang pelatihan daerah. Bangunan ini terintegrasi dengan kawasan GOR Kadrie Oening dan memiliki fasilitas lengkap yang menunjang pelatihan dan kegiatan olahraga.
(aw/adv/dispora/kaltim)

Tinggalkan Balasan