EXPRESI.co, SAMARINDA Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menghadiri pembukaan Kongres XXXIX Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang berlangsung di Plenary Convention Hall, Samarinda, pada Sabtu (17/5).
Acara berskala nasional ini dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta anggota DPR RI Christina Aryani dan Mukhtarudin. Hadir pula Hakim Mahkamah Konstitusi Daniel Yusmic Foekh.
Dari jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda, tampak Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Kapolda Kaltim Brigjen Pol Endar Priantoro, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, dan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri.
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud, yang akrab disapa Harum, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan GMKI memilih Kalimantan Timur sebagai tuan rumah. Ia menyebut Kaltim sebagai daerah yang aman, damai, dan kini menjadi pusat perhatian nasional seiring penetapannya sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Terima kasih telah memilih Kalimantan Timur. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ucap Harum.
Gubernur juga memperkenalkan program unggulan Pemprov Kaltim, yakni “Gratispol” atau pendidikan gratis dari tingkat SMA hingga S3, yang menjadikan Kaltim sebagai provinsi pertama di Indonesia dengan program pendidikan tanpa biaya hingga jenjang doktoral.
“Ini bentuk komitmen kami untuk memajukan sumber daya manusia di Kalimantan Timur,” tegasnya.
Sementara itu, Ekti Imanuel menyampaikan harapannya agar kongres ini membawa manfaat yang nyata, baik bagi organisasi maupun masyarakat luas.
“Harapan kita, karena Kaltim menjadi tuan rumah, tentu hasil kongres ini bisa membawa dampak positif. Siapapun yang terpilih jadi ketua umum, kita dukung sepenuhnya,” ujarnya.
Ia juga menilai pola kepemimpinan di GMKI sebagai contoh positif bagi proses regenerasi organisasi.
“Saya lihat masa kepemimpinan mereka dua tahun, lalu demisioner, ganti lagi ketua baru. Itu bagus untuk regenerasi dan penyegaran organisasi,” katanya.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah di pembukaan kongres ini mencerminkan dukungan luas terhadap GMKI sebagai organisasi kepemudaan yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa, termasuk di Kalimantan Timur. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan