EXPRESI.co, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menyoroti persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Ia menilai sinergi antara sekolah negeri dan swasta harus diperkuat agar seluruh lulusan SMP di Balikpapan bisa melanjutkan pendidikan menengah atas.

“Sekitar 49 persen siswa setiap tahun harus masuk ke sekolah swasta karena daya tampung negeri belum mencukupi. Kita harus melihat sekolah swasta sebagai mitra strategis, bukan sekadar pelengkap,” ujar Baba.

Ia mendorong Pemprov Kaltim untuk turut membantu peningkatan mutu sekolah swasta, terutama dalam hal tenaga pengajar dan fasilitas, sembari menunggu pembangunan dua SMA baru dan pengembangan SMK Negeri 5 di Balikpapan.

“Menambah sekolah negeri penting, tapi yang tak kalah penting adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap kualitas sekolah swasta,” tegasnya.

Baba juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang memusatkan pilihan pada sekolah favorit, menyebabkan kepadatan pendaftaran di beberapa titik. Padahal, jika distribusi merata, daya tampung bisa mencukupi.

“Pendidikan yang baik tak harus selalu di sekolah unggulan. Pola pikir ini perlu diubah,” katanya.

DPRD Kaltim, lanjut Baba, akan melakukan pemantauan langsung proses SPMB di kabupaten/kota guna memastikan jalur penerimaan seperti afirmasi, zonasi, dan prestasi berjalan sesuai aturan.

Saat ini, Balikpapan hanya memiliki 9 SMA dan 7 SMK, dengan salah satu SMK belum beroperasi penuh. Angka tersebut dianggap belum memadai untuk mengakomodasi jumlah lulusan yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi. (Adv/DPRD Kaltim/IA)