EXPRESI.co, SAMARINDA — Pasca pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Mahakam Ulu pada Sabtu (24/5) lalu, DPRD Kalimantan Timur mendorong pemimpin terpilih untuk segera melakukan reformasi menyeluruh dalam sistem pemerintahan daerah.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyatakan bahwa PSU bukan hanya momentum demokrasi, tetapi juga peluang penting untuk melakukan evaluasi mendalam dan memperbaiki tata kelola pemerintahan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu)—kabupaten termuda dan terluar di Kaltim yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

“PSU ini harus dimaknai sebagai kesempatan strategis untuk membenahi sistem, bukan sekadar mengulang pemilihan. Saatnya Mahulu bangkit dan membangun sistem pemerintahan yang partisipatif, terbuka, dan kolaboratif,” ujar Ekti.

Ia menyoroti tantangan pembangunan di Mahulu yang masih cukup berat, mulai dari minimnya infrastruktur, terbatasnya layanan dasar, hingga rendahnya efektivitas koordinasi antar instansi.

Menurut Ekti, keberhasilan pembangunan Mahulu ke depan sangat bergantung pada keterbukaan dan proaktifnya pemerintah kabupaten dalam menjalin sinergi dengan Pemprov Kaltim, termasuk dalam pengelolaan bantuan dan program strategis.

“Pemkab Mahakam Ulu harus proaktif dan transparan agar bantuan dari Pemprov Kaltim, seperti pupuk untuk petani, dapat terserap secara optimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ekti berharap pemimpin Mahulu hasil PSU dapat menjadi jembatan efektif antara pemerintah provinsi dan masyarakat lokal, dengan meningkatkan komunikasi publik dan membangun kepercayaan di semua lini.

“Tanpa komunikasi dan keterbukaan, pembangunan akan sulit mencapai hasil maksimal. Pemimpin baru harus mampu hadir sebagai penghubung yang menjembatani kepentingan rakyat dan provinsi,” tambah politisi asal Dapil Mahakam Ulu itu.

DPRD Kaltim, kata dia, berkomitmen untuk terus mengawal proses pembangunan Mahulu selama ada komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk bersinergi secara terbuka dan konsisten.

“Mari kita gunakan PSU ini untuk membangun Mahulu yang lebih baik,” pungkas Ekti. (Adv/DPRD Kaltim/IA)