EXPRESI.co, KUTIM – Peluang ekspor komoditas unggulan dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim) disebut terbuka lebar ke berbagai kawasan dunia.
Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan, kunci utama bukan lagi soal pasar, melainkan kesiapan produk di tingkat daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim, menegaskan bahwa akses pasar internasional saat ini tidak menjadi kendala bagi produk lokal, termasuk dari Kutim.
“Pasar ekspor itu sangat terbuka. Mau ke ASEAN, Asia, Eropa, bahkan Afrika juga tidak ada masalah,” ujarnya saat diwawancara di Sangatta, Rabu 14 April 2026.
Ia menekankan, tantangan terbesar justru terletak pada kualitas dan pemenuhan standar yang diminta pasar global. Menurutnya, pelaku usaha di daerah harus mampu memastikan produknya memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan buyer.
“Tinggal bagaimana kesiapan produk kita, baik dari sisi kualitas maupun persyaratan yang diminta oleh buyer,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah telah menghadirkan Export Center di Kalimantan Timur yang berfungsi memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari identifikasi pasar hingga pemenuhan standar ekspor.
“Export Center ini akan membantu pelaku usaha, mulai dari melihat peluang pasar sampai memenuhi standar ekspor,” jelasnya.
Ia menyebutkan, keberadaan fasilitas tersebut menjadi peluang strategis, mengingat hanya empat provinsi di Indonesia yang memiliki Export Center, dan Kalimantan Timur termasuk di dalamnya.
“Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan. Pendampingan pasar sudah ada, tinggal bagaimana kita menyiapkan produknya,” tegasnya.
Dalam pengembangan komoditas ekspor, pemerintah mulai mengarahkan fokus pada tiga produk unggulan, yakni pisang, nanas, dan kakao. Ketiganya dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional.
“Kita dorong pisang, nanas, dan kakao sebagai komoditas unggulan yang bisa masuk pasar ekspor,” ungkap Heny.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produk, tetapi juga konsistensi kualitas dan keberlanjutan produksi.
“Bukan hanya ada produknya, tapi kualitasnya harus sesuai standar internasional,” tambahnya.
Ia optimistis, apabila seluruh persyaratan tersebut mampu dipenuhi, maka komoditas unggulan Kutim berpeluang besar bersaing di pasar global sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
“Kalau semua syarat terpenuhi, saya yakin komoditas Kutim bisa bersaing di pasar global,” pungkasnya. (Yuristio)

Tinggalkan Balasan