EXPRESI.co, SAMARINDA — Pemerataan akses pendidikan tinggi di Kalimantan Timur kini bukan sekadar wacana. Melalui Program GratisPol, DPRD Kaltim menegaskan komitmennya dalam membangun keadilan pendidikan bagi generasi muda di seluruh pelosok daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim yang digelar Selasa (10/6), di Gedung E Lantai 1, Kantor DPRD Kaltim. Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV, Darlis Pattalongi, dan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel dan Ananda Emira Moeis, Ketua Komisi IV H. Baba, serta anggota lainnya seperti Sarkowi V. Zahry dan Agusriansyah Ridwan.

“GratisPol bukan sekadar bantuan pendidikan. Ini adalah investasi masa depan. Kita ingin SDM Kaltim menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, terutama saat IKN mulai beroperasi penuh,” tegas Ekti Imanuel.

Program GratisPol dirancang untuk menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi di Kaltim. Sementara itu, mahasiswa yang menempuh studi di luar provinsi atau luar negeri akan mendapatkan dukungan melalui mekanisme beasiswa institusi.

Darlis Pattalongi mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif dari pihak kampus agar program ini berjalan tepat sasaran.

“Kampus harus jadi mitra strategis. Jangan sampai program ini hanya bersifat seremonial atau salah sasaran. Harus benar-benar menyentuh mahasiswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Hadir pula dalam rapat tersebut Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim, Dasmiah, serta 16 perwakilan perguruan tinggi dan sekolah tinggi dari berbagai wilayah di Kaltim.

Dialog terbuka antara DPRD dan pihak kampus menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain perbaikan mekanisme seleksi penerima manfaat, transparansi alokasi anggaran, serta pengawasan program secara berkelanjutan.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, menegaskan bahwa evaluasi terhadap GratisPol akan dilakukan setiap tahun.

“Kami tidak ingin ada anak Kaltim yang gagal kuliah hanya karena alasan ekonomi. Tapi akuntabilitas pengelolaan juga harus dijaga agar program ini berdampak nyata,” tandasnya.

Dengan dorongan kuat dari DPRD dan kolaborasi kampus lokal, GratisPol diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membentuk generasi muda Kaltim yang cerdas, berdaya saing, dan siap menyongsong transformasi besar di era Ibu Kota Nusantara. (Adv/DPRD Kaltim/IA)