EXPRESI.co, SAMARINDA – Luasnya lahan di Benua Etam tidak luput dari persoalan. Pasalnya, sampai saat ini tidak sedikit ditemui peredaran titik panas. Titik panas itu diketahui mampu menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Atas dasar ini, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Agiel Suwarno angkat bicara. Bagaimana tidak, provinsi yang bakal jadi ibu kota baru itu, menurut Agiel jauh dari kata aman.
Saat ditanyai terkait hal tersebut, Agiel menerangkan bahwa maraknya kebakaran hutan di beberapa wilayah Kaltim bisa saja disebabkan oleh kelalaian seluruh pihak.
Politis PDI Perjuangan itu pun menyeru warga setempat, khususnya kepada pemerintah agar menciptakan upaya serius dalam menyelesaikan masalah bencana yang terjadi di Kaltim.
“Harus dihentikan dan ditindak tegas, karena dampak lingkungan sangat berbahaya, karena kondisi hutan ini habis melawati musim panas. Jadi hutan banyak yang kering dan rentan terbakar,” papar Aguel saat dihubungi, Kamis (26/10/2023).
Dia juga menegaskan, pihak pemerintah perlu memperhatikan segenap risiko yang terjadi di Kaltim, apalagi menyangkut karhutla yang dampaknya besar.
Tak lupa lesgilator Kaltim itu juga menyinggung situasi Kaltim yang marak perusahaan. Karena itu bagi dia, sikap tegas aparat hukum sangat dibutuhkan.
“Pemerintah harus mengantisipasi dengan seluruh perangkatnya untuk mengingatkan bahaya kebakaran hutan. Tentunya aparat penegak hukum harus dilibatkan apalagi kalau yang membakar ada keterlibatan corporate (perusahan) maka harus ditindak tegas,” pungkas Agiel.
Diketahui Kaltim memiliki luas wilayah daratan 127.267,52 km2, serta 25.656 km2 luas pengelolaan laut. Luas wilayah ini tentu saja mampu menyambut IKN ke depannya. (ADV)

Tinggalkan Balasan