EXPRESI.co, SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari alur Sungai Mahakam, khususnya pada segmen 0 hingga 12 mil yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sapto menilai, dominasi sektor batu bara dalam struktur PAD Kaltim menimbulkan kerentanan tinggi terhadap gejolak pasar internasional dan ketidakpastian geopolitik, seperti hubungan dagang dengan Tiongkok dan India.
“Untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekspor, kita perlu menggali sumber pendapatan baru, termasuk dari potensi alur sungai dan laut,” ujar Sapto, Jumat (21/5/2025).
Ia menegaskan bahwa meski hak pengelolaan alur sungai melibatkan kewenangan pusat dan daerah, hal itu tidak menjadi penghalang untuk mendulang PAD, asalkan dikelola dengan profesional.
“Pengelolaan alur 0–12 mil Sungai Mahakam punya potensi besar sebagai sumber PAD baru. Sayangnya, belum dimaksimalkan sejauh ini,” tegasnya.
Menurutnya, regulasi berupa peraturan daerah (perda) yang telah tersedia sudah cukup menjadi dasar hukum untuk memberlakukan pungutan resmi terhadap pemanfaatan alur sungai, termasuk untuk kepentingan komersial seperti tambang dan logistik.
“Kalau sudah ada perdanya, berarti bisa dipungut secara sah. Tinggal bagaimana Pemprov menata dan menjalankannya dengan serius,” tambah Sapto.
Ia juga menyoroti belum optimalnya kontribusi dari perusahaan tambang dan logistik yang memanfaatkan alur sungai untuk distribusi, padahal intensitas penggunaannya cukup tinggi.
“Perusahaan-perusahaan yang menggunakan sungai untuk angkut hasil tambang itu banyak, tapi belum optimal kontribusinya. Harus ditata, bukan untuk mempersulit, tapi supaya adil dan daerah dapat nilai tambah,” ungkapnya.
Sapto menambahkan, Kaltim perlu membangun strategi jangka panjang untuk memperkuat PAD berbasis sektor maritim. Selain transportasi air, ia menyebut sektor perikanan, wisata bahari, dan jasa pelabuhan sebagai potensi lain yang harus digarap secara sistematis.
“Kita punya sungai besar, punya laut luas. Kalau semua itu dikelola dengan baik, PAD kita bisa meningkat tanpa terus-menerus bergantung pada sektor tambang,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan