EXPRESI.co, BONTANG – Analiss Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, membeberkan sederet sektor potensial yang sedang dan akan dikembangkan di Kota Bontang.

Kata Karel, industri kimia dasar dan barang kimia menjadi sektor utama yang membuka peluang besar bagi investasi dan penyerapan tenaga kerja di Bontang.

“Saat ini, Bontang sudah memproduksi berbagai komoditas dari industri kimia dasar, seperti metanol, amonia, amonium nitrat, hingga produk turunan dari CPO (Crude Palm Oil),” jelas Karel saat ditemui, Jumat (30/5/2025).

Tetapi, kata dia ada yang menarik perhatian, adalah rencana pembangunan industri soda ash yang akan mulai dikerjakan pada 2026 oleh konsorsium Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

“Potensi investasi dari industri soda ash ini sangat besar. Nantinya, produk soda ash bisa diturunkan lagi menjadi berbagai industri turunan lainnya,” ungkapnya.

“Dengan hadirnya pabrik soda ash nanti, peluang membuka lapangan kerja juga makin besar. Otomatis kalau ada investor masuk dan membangun industri, dampaknya ke serapan tenaga kerja akan signifikan,” tambahnya.

Ditanyakan, kesiapan daerah, Karel menegaskan proses perizinan investasi di Bontang sudah dipersiapkan matang.

“Kami sudah memiliki kawasan industri yang diperuntukkan khusus. Selama pengajuan izin sesuai dengan peruntukan lahannya, pasti diproses dan dipercepat, apalagi jika itu industri turunan kimia dasar,” bebernya.

Karel juga memastikan, keberadaan industri baru seperti soda ash akan semakin memperkuat posisi Bontang sebagai salah satu pusat industri kimia di Indonesia.

“Industri soda ash ini menjadi salah satu andalan baru yang potensial dikembangkan. Ke depan, saya optimis Bontang akan semakin menarik bagi para investor,” pungkasnya.

Diketahui, sektor industri turunan dari soda ash yang disebut Karel antara lain: Industri pengolahan makanan, industri kaca dan pembuatan kaca, industri tekstil, serta industri kosmetik dan deterjen. (*/Fn)