Expresi.co, BONTANG — Ruang belajar yang tidak aman tentu saja membuat tidak nyaman. Apalagi jika wadah tersebut adalah wadah awal mula pendidikan.

Misalnya untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di mana anak baru memulai tumbuh kembangnya. Sekaligus mengawali interaksi sosialnya bersama sebaya mereka.

Untuk itu, kebutuhan akan keamanan dan kenyamanan mendirikan sekolah PAUD adalah sesuatu yang sangat mendesak.

Menilik hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), mengingatkan penguatan mutu bangunan sebelum didirikan.

Dengan begitu, seharusnya mekanisme perizinan bangunan PAUD bukan semata-mata administrasi. Tapi alat atau instrumen pengawasan untuk menilai kesiapan lembaga.

Demikian keterangan Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur saat ditemui awak media, Jumat 21 November 2025.

Dia mengaku pihaknya komitmen untuk memastikan semua lembaga PAU punya standar dan kelayakan. Agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

“Makanya persyaratannya harus dipenuhi secara menyeluruh. Kita komitmen menekankan itu,” tegasnya.

Kelengkapan Dokumen

Aspiannur menambahkan bahwa pentingnya kelengkapan dokumen untuk persyaratan ini. Mulai dari proposal dan tentu saja status lahan: ilegal atau tidak.

Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk meninjau keseriusan para penyelenggara pendidikan. “Tujuan kita memastikan ada keseriusan gitu,” tukasnya.

Tidak cukup hanya dokumen administratif, peninjauan teknis bangunan juga penting. Misalnya sirkulasi udara, sanitasi, pencahayaan hingga kelayakan ruang belajar.

“Itu dinilai langsung sama tim verifikator PTSP,” tuturnya.

Kata dia, semua syarat tersebut bukan untuk mempersulit sebenarnya. Tapi memastikan lembaga mampu menyajikan layanan terbaik bagi anak-anak. “Kita tidak mempersulit. Ini kebaikan untuk semuanya.” (Adv)