Expresi, Bontang – Kawasan Pelabuhan Loktuan, yang selama ini dikenal semrawut akibat maraknya bangunan semi permanen yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota, kini mulai ditata ulang.

Pada Rabu (5/11/2025), suasana di pesisir ini dipenuhi oleh aktivitas penertiban besar-besaran yang melibatkan hampir seluruh kekuatan organisasi daerah.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, Pemkot Bontang mengambil langkah tegas namun terukur.

Kegiatan ini merupakan realisasi dari visi penataan kawasan pesisir yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi warga.

Instruksi tegas dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjadi dasar utama pergerakan ini.

Dilakukan Secara Humanis

Penata Perizinan Ahli Muda Bidang Infrastruktur DPMPTSP Kota Bontang, Idrus, menjelaskan bahwa mereka telah melalui tiga kali Surat Peringatan (SP).

SP tersebut selalu dibarengi dengan sosialisasi humanis dan mediasi intensif bersama warga pemilik lapak.

“Kami sudah melakukan mediasi. Tadi malam pun beberapa warga mulai membersihkan lapaknya. Termasuk yang berada di depan Masjid Terapung,” kata Idrus.

Pendekatan humanis ini membuahkan hasil, di mana puluhan lapak telah berhasil ditertibkan, bahkan sebagian warga secara sukarela membantu menurunkan barang-barang mereka sendiri.

Pun demikian, pekerjaan belum sepenuhnya usai. Idrus menambahkan bahwa sekitar 20 lapak lainnya masih menunggu penyelesaian proses pembebasan lahan sebelum ditertibkan.

Dengan penataan ini, Pemkot Bontang berharap wajah Pelabuhan Loktuan berubah total. Bukan hanya soal estetika, melainkan juga untuk menjamin kenyamanan bagi masyarakat dan kelancaran aktivitas ekonomi di salah satu gerbang maritim penting di Bontang.

Penertiban ini menjadi contoh bagaimana ketegasan pemerintah dapat berjalan seiring dengan komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang humanis.

Tanggapan Pedagang

Para pedagang yang terdampak mengaku menerima warung dagangannya diterbitkan. Salah satu pedagang yang terdampak, Amrin mengatakan dirinya telah melakukan persiapan sejak satu minggu yang lalu.

Amrin telah memilah barang yang hendak dipindah dan yang ditinggal. Selain itu, dia juga telah menyisihkan dan mengamankan bagian bangunannya yang masih dapat digunakan serta layak pakai, seperti misalnya kayu, atap, dan bagian lainnya.

“Jadi yang dibongkar itu ya tinggal bangunan saja yang tidak dipakai,” ujarnya ditemui di lokasi.

Amrin menuturkan telah berjualan di sekitar pelabuhan selama 12 tahun. Kata dia, memang sejak awal Pemkot telah memperbolehkan masyarakat sekitar area lahan pelabuhan untuk berjualan selama belum dipergunakan.

Kemudian, Pemkot Bontang telah mengingatkan sejak lama kepada para pedagang agar rela menerima bila lahan tersebut diminta untuk dipergunakan dalam pengembangan pelabuhan. “Kami ini memang cuman menumpang saja karena pemerintah yang punya,” ucapnya.

Hal senada dirasakan pedagang lainnya yang terdampak, Rachmawati yang mengaku mempersilahkan Pemkot menertibkan area Pelabuhan Loktuan.

Menurutnya, para pedagang telah bersyukur diizinkan sementara untuk berjualan selama puluhan tahun dami menghidupi keluarga secara turun menurun. “Dikasih ganti rugi ya bersyukur, tidak diganti juga tidak masalah,” imbuhnya. (Adv)