EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana memanfaatkan dana insentif sebesar Rp3 miliar yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk berbagai sektor pembangunan, termasuk peningkatan keterampilan masyarakat melalui program pelatihan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta Kota Bontang yang digelar Dinas Ketenagakerjaan, Selasa (12/5/2026) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.
“Bisa dipakai untuk pelatihan, bisa untuk infrastruktur, untuk penurunan stunting. Kita coba masukkan semua, semoga lebih bermanfaat,” ujar Neni.
Dalam kesempatan itu, Neni juga menegaskan bahwa keberadaan LPK memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran di Kota Bontang. Saat ini, terdapat 63 LPK yang aktif membantu pemerintah dalam memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah ini memberikan nilai plus bagi kemandirian masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai pelatihan yang diberikan, seperti kecantikan, menjahit, memasak (cooking), pengelasan (welder), pertukangan (carpenter), hingga K3, telah membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kontribusi sektor pelatihan turut mendukung capaian prestasi Kota Bontang yang baru saja meraih Terbaik I tingkat kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan oleh Kemendagri pada 5 Mei 2026.
Selain itu, Pemkot Bontang juga memiliki sejumlah regulasi ketenagakerjaan, di antaranya kewajiban perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal, pelaporan lowongan kerja, serta ketentuan 75 persen tenaga kerja lokal melalui Perda Nomor 10 Tahun 2018. Ada pula Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang perlindungan tenaga kerja alih daya (outsourcing) di Kota Bontang. (Sal/adv)

Tinggalkan Balasan