EXPRESI.co, BONTANG – Langkah transformasi digital di dunia pendidikan Bontang semakin nyata. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah mempersiapkan pembagian 3.000 unit tablet kepada siswa tingkat SMP. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong sistem pembelajaran digital yang lebih modern dan merata.

Program ini akan dimulai dari jenjang SMP, dan selanjutnya akan diperluas ke siswa SD kelas atas. Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat menutup kesenjangan digital dan mendorong kualitas pendidikan berbasis teknologi di seluruh wilayah kota

Plt Kepala Disdikbud Bontang, Saparuddin, menyatakan bahwa pengadaan tablet telah diajukan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Jika tidak ada hambatan, tablet akan mulai disalurkan pada tahun ajaran baru 2025/2026 lewat anggaran pergeseran atau perubahan tahun 2025.

“Kalau bukan di anggaran pergeseran, bisa masuk di anggaran perubahan. Untuk tahap awal, jumlah tablet yang dibagikan sekitar 3.000 unit,” ungkapnya saat ditemui pada Kamis (8/5/2025).

Tablet yang dibagikan nantinya akan memiliki spesifikasi menengah, khususnya dari segi RAM. Hal ini bertujuan agar perangkat benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan tidak digunakan di luar kebutuhan pendidikan.

“Spesifikasinya sedang. Kami memang membatasi agar penggunaannya fokus untuk pendidikan,” ujar Saparuddin.

Disdikbud juga menekankan bahwa perangkat tersebut bukan milik pribadi siswa, melainkan bersifat pinjam pakai. Sekolah memiliki kebebasan dalam menentukan sistem penggunaannya, apakah tablet boleh dibawa pulang atau hanya digunakan di sekolah. Peran orang tua pun dianggap penting dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital ini.

“Tablet ini bukan milik pribadi. Orang tua harus ikut bertanggung jawab mengawasi penggunaannya di rumah,” tegasnya. (*/Fn)