EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara mencatat lebih dari 2.500 pelaku usaha muda telah tergabung dalam database Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) sejak program itu berjalan pada 2020.
Data tersebut menjadi modal bagi daerah dalam memperkuat ekosistem UMKM muda yang terus berkembang pesat.
Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, mengatakan Klinik WPM tidak hanya berperan sebagai ruang pelatihan, tetapi juga pusat informasi penting terkait perkembangan pelaku usaha muda.
Ia menegaskan bahwa sebagian besar peserta menunjukkan progres signifikan dan semakin mandiri dalam mengelola usahanya.
Menurut Derry, kemandirian tersebut tercipta karena Dispora tidak memberikan bantuan berlebihan yang dapat memicu ketergantungan. Pemerintah justru memberikan ruang agar para pemuda bebas berinovasi.
“Selama ini kami tidak pernah memberikan sesuatu yang berlebihan. Mereka diberi keleluasaan untuk berinovasi,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Kata dia, Dispora Kukar lebih menekankan pembinaan pada peningkatan kapasitas, pendampingan usaha, penguatan branding, serta penguatan karakter kewirausahaan. Perubahan positif terlihat dari kualitas produk, desain kemasan, tampilan usaha, hingga cara pemasaran yang kini lebih kreatif dan komunikatif.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi ini juga didukung pelatihan lintas perangkat daerah, yang membuat wirausaha muda semakin percaya diri mengikuti berbagai event ekonomi kreatif dan pameran UMKM di Kukar.
Derry menilai peluang kolaborasi semakin terbuka lebar, baik dalam pelatihan lanjutan, penguatan sentra kewirausahaan, maupun dukungan pemasaran.
Ia mengapresiasi keberanian generasi muda yang kini lebih memilih membangun usaha daripada bergantung pada pekerjaan formal.
“Kita ingin mereka show up terus ke depan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kita yakin wirausaha muda Kukar bisa berprestasi lebih jauh,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan