EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pemuda terus dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara melalui sentra wirausaha dan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM).

Program ini menjadi motor penggerak tumbuhnya ekosistem UMKM muda di Kukar, khususnya di Tenggarong yang kini menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, mengatakan anak muda semakin sadar akan besarnya peluang bisnis di daerah.

Menurut dia, banyak pemuda tak lagi terpaku pada pekerjaan formal dan mulai memilih jalur usaha karena dinilai lebih prospektif dan memberi ruang kreativitas yang luas.

“Peluang bisnis di sini sangat menjanjikan dibanding menjadi karyawan. Di Kukar, apalagi Tenggarong, kalau menjalankan bisnis itu sangat menjanjikan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Kata Derry, perkembangan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang menyediakan fasilitas, pendampingan, dan ruang kolaborasi melalui sentra-sentra kewirausahaan.

Dia bilang, fasilitas inkubasi usaha yang disiapkan Dispora memungkinkan pemuda memulai bisnis tanpa harus membangun semuanya dari nol. Sentra tersebut menjadi tempat berkumpul, belajar, dan saling bertukar pengalaman antar pelaku UMKM muda.

Pembinaan juga dilengkapi dengan program peningkatan kualitas SDM yang menjadi tahap awal sebelum pemuda benar-benar masuk ke dunia usaha.

“Di situ mereka melihat bagaimana peserta dari kecamatan lain belajar hal yang sama,” jelasnya.

Bagi pemuda yang baru merintis usaha atau memiliki minat kuat berbisnis, Dispora membuka akses melalui Klinik WPM. Program ini menyediakan pendampingan lanjutan untuk memastikan pelaku usaha benar-benar siap terjun secara mandiri.

“Untuk bergabungnya juga sangat mudah sekali. Setelah ikut peningkatan SDM, kita adakan sharing-sharing usaha. Dari situ kita bisa melihat kemampuan teman-teman, apakah siap menjalankan bisnis,” kata Derry.

Dispora Kukar juga memberikan dukungan lanjutan ketika pemuda dinilai siap, termasuk penyediaan tempat usaha di sentra kewirausahaan dan bantuan alat penunjang sesuai kebutuhan.

“Kita berharap ekosistem yang dibangun dapat menciptakan generasi muda yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” pungkasnya. (Adv)