EXPRESI.co, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim untuk memperketat proses verifikasi terhadap cabang olahraga (cabor) baru yang ingin menjadi anggota. Langkah ini dianggap krusial demi menjamin efektivitas pembinaan dan efisiensi penggunaan anggaran.

“Kami wanti-wanti agar KONI betul-betul melakukan verifikasi baik secara administrasi maupun faktual di lapangan sebelum menerima cabor sebagai anggota,” tegas Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman.

Ia menjelaskan bahwa setiap cabor harus memenuhi sejumlah kriteria dasar, mulai dari keberadaan klub binaan di kabupaten/kota, pelatih aktif, hingga program kegiatan dan fasilitas latihan yang berjalan.

“Jangan hanya karena ada, lalu diterima. Kalau tidak, maka pembinaan hanya akan jadi beban anggaran tanpa hasil,” ucapnya.

Rasman juga menyoroti persoalan keabsahan kepengurusan provinsi. Beberapa cabor disebut mengklaim memiliki pengurus provinsi, padahal belum memenuhi ketentuan minimal eksistensi di enam dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim.

“Kalau hanya 4, belum sah jadi anggota KONI provinsi,” jelasnya.

Menurutnya, verifikasi faktual menjadi kunci utama menjaga efektivitas sistem pembinaan. Bahkan, ia mengusulkan adanya moratorium sementara terhadap penerimaan cabor baru jika belum ada standar verifikasi yang benar-benar ketat.

“Semakin banyak cabor yang masuk tanpa verifikasi jelas, semakin besar beban pembinaan KONI. Kami tidak ingin anggaran habis tapi hasilnya tidak sebanding,” tutupnya.
(aw/adv/dispora/kaltim)