EXPRESI.co, SAMARINDA – Dalam rangka mendorong eksistensi olahraga tradisional berbasis kearifan lokal, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dengan menggelar pelatihan juri bagi olahraga tradisional dan rekreasi.

Pelatihan yang melibatkan puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga yang sarat nilai budaya. Para peserta mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif, mencakup teknis penjurian hingga prinsip-prinsip etika yang harus dijaga selama memimpin pertandingan.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, A.A. Bagus Saputra Sugiarta menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memajukan olahraga tradisional.

Tujuannya bukan hanya untuk meningkatkan kualitas juri, tapi juga memperkuat identitas budaya daerah lewat olahraga tradisional. Juri yang terlatih akan menjamin kompetisi berjalan adil dan profesional,” jelasnya.

Selain sesi materi di kelas, pelatihan ini juga dirancang dengan simulasi pertandingan agar peserta bisa merasakan atmosfer sebenarnya saat bertugas di lapangan. Metode ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapan para calon juri ketika menghadapi ajang resmi.

Dispora Kaltim berharap para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan ini dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan olahraga tradisional di daerah masing-masing, bahkan hingga ke level nasional.

Lebih dari sekadar peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal sekaligus memperkokoh peran olahraga sebagai media pembinaan karakter dan pemersatu masyarakat. (aw/adv/dispora/kaltim)