Expresi.co, KUTIM – Pihak kepolisian dari Polsek Teluk Pandan, Kutai Timur, masih terus berupaya mengungkap kasus penganiayaan terhadap seorang guru yang terjadi di Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, pada Senin malam (6/4/2026.
Pelaku diperkirakan berjumlah tiga orang, namun hingga kini motif serta identitas mereka belum diketahui.
Kanit Reskrim Aiptu Agus Santoso, menjelaskan, kondisi lokasi yang minim penerangan dan tidak dilengkapi kamera pengawas menjadi kendala dalam proses penyelidikan. Selain itu, korban juga tidak mampu mengenali para pelaku.
“Kami masih melakukan pendalaman, dan buru terduga pelaku,” ujarnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan beberapa barang bukti berupa sisa minuman keras oplosan.
Hal ini memunculkan dugaan bahwa pelaku merupakan kelompok pemuda yang sering berkumpul dan mengonsumsi alkohol di area perbukitan tersebut.
Meski begitu, dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman. Di lokasi kejadian juga ditemukan ponsel milik korban dalam kondisi rusak, yang diduga sengaja dihancurkan oleh pelaku setelah melakukan penyerangan dan perampasan.
Setelah kejadian, para pelaku melarikan diri ke arah simpang tiga Bontang, Kutim.
Sebelumnya, korban bernama Cornelius, seorang guru di SD Negeri 006 Teluk Pandan, dilaporkan menjadi korban tindak kriminal saat melintas di Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, Kota Bontang, sekitar pukul 23.00 WITA.
Menurut keterangan rekannya, Mauli, korban diserang oleh tiga orang yang kemudian mengambil ponselnya. “Pelakunya tiga orang,” katanya. (Tio)

Tinggalkan Balasan