EXPRESI,.co, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Sutomo Jabir melontarkan respons terhadap beberapa pembangunan yang kurang merata khususnya di wilayah dapilnya. Pasalnya, kata dia program nasional stunting tetap harus terintegrasi di berbagai bidang.

Stunting dalam jangka panjang menurutnya berdampak buruk tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak tetapi juga pada perkembangan emosi yang berakibat kerugian ekonomi.

Mulai dari pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan anak, hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat adalah agenda yang harus dilakukan.

“Bukan hanya kebutuhan gizi dan mental untuk mengurangi angka stunting, tapi juga perlu mengondisikan tempat, jangan ada yang kotor. Apalagi masih ada rumah tak layak huni, kumuh,” papar Sutomo, Sabtu (28/10/2023).

Karena kondisi itu dia meminta kepada PUPR agar penyaluran anggaran terealisasi secara merata. “Dinas PU terbagi beberapa bidang, ada bidang bina marga, cipta karya, perairan dan perkim. Nah harapan kita terealisasi secara merata ke semua wilayah,” desak Sutomo.

“Misalnya Perkim, ada program rehab rumah layak huni mestinya, jangan hanya di kota saja, tapi harus menyentuh ke wilayah-wilayah terpencil,” tambah dia.

Dirinya pun mendesak dinas terkait untuk menaruh perhatian khusus. Terutama dalam bidang pemerataan akses infrastruktur, rumah layak huni, dan kesehatan agar setiap program bisa terkoneksi.

“Saya lihat program rehab rumah layak huni di provinsi itu tidak ada yang masuk wilayah terpencil. Begitu pun dengan kegiatan fasilitas air bersih, salah satu target kita kan mengurangi stunting, dan semua terlibat termasuk PU,” katanya.

“Beberapa daerah di wilayah terpencil banyak stunting karena tidak adanya fasilitas air bersih. Jadi harus ada kolaborasi dengan semua pihak,” sambung Sutomo.

Dirinya pun menegaskan dan memberi saran, “Agar supaya pemerintah kelurahan, kecamatan, dan pemda lebih selektif dalam menyampaikan usulan pembangunan.” (ADV)