EXPRESI.co, KUTIM — Ratusan mahasiswa dari Koalisi Darurat Pendidikan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu 6 Mei 2026, sekitar pukul 13.00 WITA.
Aksi berlangsung panas. Massa dari berbagai organisasi seperti GMNI, PMII, dan BEM STIPER Kutim membawa spanduk tuntutan, berorasi dari atas mobil komando, hingga membakar ban di halaman kantor Disdikbud.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan pendidikan di Kutim. Mulai dari transparansi dana mandatory pendidikan, ketimpangan akses pendidikan, polemik dana hibah kamus STIPER Kutim, hingga penolakan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat.
Koordinator Lapangan aksi, Deo Datus Kacaribu, menyebut aksi ini merupakan bentuk kegelisahan mahasiswa terhadap kondisi pendidikan yang dinilai belum berpihak pada masyarakat.
”Kami hadir di sini untuk menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu diwarnai orasi bergantian dari para mahasiswa. Mereka mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di Kutai Timur.
”Kami menolak sistem yang menindas dan menuntut reformasi total pada Dinas Pendidikan Kutai Timur agar lebih akuntabel dalam menjalankan fungsinya,” pungkas Deo.
Mahasiswa sempat menunggu kehadiran Kepala Disdikbud Kutim untuk berdialog. Di tengah aksi, Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, akhirnya menemui massa dan memberikan penjelasan terkait sejumlah tuntutan.
”Terkait transparansi dana mandatory pendidikan. Teman-teman silahkan melakukan pengecekan. Kami selalu menjadi yang terbaik untuk menyalurkan anggaran,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa tuntutan mahasiswa berada di luar kewenangan Disdikbud dan melibatkan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Setelah dialog berlangsung, massa aksi memutuskan bergeser menuju Kantor Bupati Kutai Timur untuk melanjutkan penyampaian aspirasi. Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan