EXPRESI.co, SAMARINDA – Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan masyarakat untuk menyaring konten menjadi kian penting. Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, menyoroti urgensi penguatan literasi sebagai tameng utama menghadapi penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan.
Menurutnya, literasi tidak sekadar soal membaca buku, melainkan mencakup kemampuan memahami dan menganalisis informasi secara kritis. Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah minimnya daya kritis masyarakat terhadap berbagai informasi yang beredar begitu cepat melalui media sosial.
“Kalau literasinya tinggi, otomatis daya saring terhadap informasi juga tinggi. Jadi, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks dan informasi yang menyesatkan,” ujarnya.
Meski minat baca masyarakat Indonesia dinilai cukup tinggi, Darlis menyoroti masih rendahnya kemampuan dalam membaca secara kritis. Banyak orang yang membaca, namun tidak benar-benar memahami makna dan dampak dari informasi yang diterima.
“Minat baca kita itu sebenarnya tinggi. Tapi kemampuan membaca dalam arti memahami dan menganalisis informasi masih rendah,” jelasnya.
Bagi legislator asal Kaltim ini, literasi memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Ia menegaskan bahwa literasi menyangkut keterampilan dalam mengaitkan informasi dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh informasi tanpa dasar yang jelas.
“Budaya literasi ini perlu dikembangkan bersama. Pemerintah, media, perguruan tinggi, dan semua lembaga harus berkolaborasi. Literasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak,” tegasnya.
Lebih jauh, Darlis berharap agar Kalimantan Timur mampu membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, penguatan budaya literasi akan memberi dampak langsung pada kecerdasan kolektif masyarakat.
“Ini penting agar masyarakat Kaltim bisa lebih cerdas dan bijak dalam menyikapi segala informasi yang beredar,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan