Expresi, Bontang – Semangat transformasi digital di Kota Bontang mendapat dorongan signifikan dari generasi baru Aparatur Sipil Negara (ASN).

Lima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) baru-baru ini menamatkan Pelatihan Dasar (Latsar) mereka dengan membawa oleh-oleh berharga: lima inovasi digital yang siap diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dorongan kuat untuk segera mengimplementasikan gagasan-gagasan ini datang langsung dari Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur.

“Kami tidak ingin inovasi ini hanya berhenti di ruang pelatihan. Harus ada tindak lanjut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Aspiannur pada Senin (10/11/2025).

Menurutnya, kreativitas yang ditunjukkan oleh ASN muda ini merupakan peluang emas untuk mempercepat transformasi digital di instansinya.

Lima inovator muda tersebut, yang baru saja kembali dari Latsar di Samarinda, masing-masing mengajukan solusi yang menyasar aspek-aspek krusial dalam pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Wajah Baru Layanan yang Responsif dan Digital

Inovasi yang disajikan mencerminkan kebutuhan birokrasi yang lebih adaptif dan transparan:

1. Aisyah Kadir fokus pada komunikasi publik dengan Optimalisasi Instagram MPP, memastikan informasi layanan lebih mudah diakses masyarakat melalui media sosial.

2. Siti Hardiyanti menciptakan Teman Responsif Perizinan Anda (Tera), sebuah gagasan untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas respons dalam proses perizinan.

3. Fauzi Ahmad memperkenalkan PRISMA (Pelaporan dan Statistik MPP), yang bertujuan mengefisienkan pengelolaan data dan pelaporan statistik di MPP.

4. Yolanda P.D. Sorreng menyentuh aspek manajemen aset melalui Dirgada (Digital Arsip Barang Milik Daerah), sebuah langkah menuju kearsipan yang lebih modern dan aman.

Sementara itu, Mia Dwi Fitri menghadirkan Microsite Informasi Layanan Gerai MPP, sebuah platform tunggal untuk mempermudah masyarakat mencari informasi layanan.

Aspiannur menaruh harapan besar agar lima inovasi ini dapat segera diintegrasikan dalam sistem Mal Pelayanan Publik.

Semangat dan kemampuan digital CPNS muda ini, lanjutnya, mencerminkan wajah baru birokrasi yang siap beradaptasi dengan tuntutan zaman.

“Dengan semangat muda dan kemampuan digital mereka, DPMPTSP Bontang bisa menjadi contoh dalam mengembangkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi,” tutup Aspiannur, menegaskan komitmen Pemkot Bontang dalam membangun aparatur yang inovatif dan berorientasi pada masyarakat. (Adv)