EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Program pengembangan wirausaha muda melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) mencatat capaian penuh pada 2025.

Seluruh target kerja yang ditetapkan tahun ini berhasil dituntaskan 100 persen, menegaskan peran program ini sebagai salah satu prioritas utama dalam mendorong kemandirian ekonomi pemuda di Kutai Kartanegara.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Derry Wardhana, mengatakan rangkaian pelatihan dan pendampingan sepanjang tahun berjalan optimal.

Kata dia, berdasarkan data Dispora, sebanyak 250 peserta mengikuti berbagai jenis pelatihan pada 2025, mulai dari peningkatan usaha, dasar kewirausahaan, hingga digital marketing yang kini menjadi kompetensi wajib bagi pelaku UMKM muda. “Semua terlaksana tahun ini,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Selain pelatihan formal, Dispora juga rutin menggelar kegiatan sharing usaha di tingkat kecamatan. Forum ini menjadi ruang bagi wirausaha muda untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, sekaligus menerima pembinaan lanjutan.

Dia bilang, sejak Klinik WPM dibentuk pada 2020, lebih dari 2.000 peserta telah dibina. Sektor kuliner menjadi yang paling dominan, mencapai hampir 50 persen dari total peserta.

Menurut Derry, tingginya minat usaha kuliner menandakan besarnya potensi bisnis makanan dan minuman di Kukar, terutama di kawasan perkotaan seperti Tenggarong.

Derry menegaskan bahwa Klinik WPM bukan hanya menyediakan pelatihan, tetapi membangun ekosistem pembinaan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk melahirkan pemuda yang terampil, berdaya saing, dan siap mandiri dalam dunia usaha.

Melalui pelatihan, pendampingan, serta dukungan sentra kewirausahaan, Derry berharap semakin banyak pemuda Kukar dapat merintis usaha baru dan menciptakan lapangan kerja.

“Kita ingin memastikan pemuda bisa mandiri dan punya daya saing. Klinik WPM ini menjadi wadah tumbuhnya wirausaha baru,” pungkasnya.(Adv)