Expresi, Bontang – Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang modern dan efisien, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang resmi meluncurkan layanan digital untuk pengajuan izin bongkar trotoar.

Inovasi ini menjadi langkah konkret menuju pemerintahan berbasis digital, menghilangkan antrean panjang, dan memastikan transparansi.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk memutus mata rantai birokrasi yang rumit.

“Standar pelayanan izin bongkar trotoar telah kami susun agar masyarakat maupun badan usaha dapat mengajukan izin secara praktis, tanpa harus datang langsung ke kantor,” ungkap Aspiannur beberapa waktu lalu.

Layanan Serba Digital dan Tanpa Biaya

Inovasi ini membawa dua kabar baik utama bagi masyarakat: seluruh proses perizinan dilakukan sepenuhnya secara online, dan yang terpenting, layanan ini dipastikan gratis atau tidak dipungut biaya apa pun.

“Kami pastikan layanan ini cepat, transparan, dan tidak dipungut biaya apa pun,” tegasnya.

Melalui sistem digital ini, masyarakat kini bisa mengurus izin tanpa perlu repot membawa berkas fisik. Waktu penyelesaian izin juga dipersingkat, dengan standar maksimal 10 hari kerja.

Mekanisme Pengajuan yang Ringkas

Untuk mengajukan izin, pemohon hanya perlu melengkapi dan mengunggah sejumlah persyaratan administrasi, seperti scan KTP, Persetujuan Bangunan Gedung, gambar trotoar, NPWP, serta bukti kepesertaan dan slip iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi badan usaha.

Secara keseluruhan, proses pengajuan hanya membutuhkan enam tahapan sederhana:

1. Pemohon membuat akun pada sistem perizinan digital.
2. Mengajukan permohonan melalui sistem.
3. Mengunggah seluruh dokumen persyaratan.
4. Menerima email konfirmasi bahwa berkas telah lengkap.
5. Setelah izin terbit, pemohon wajib mengisi survei kepuasan masyarakat.
6. Dokumen izin dapat langsung diunduh dari akun digital masing-masing.

Melalui digitalisasi izin bongkar trotoar ini, DPMPTSP Bontang berharap dapat meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan secara signifikan mendukung transformasi digital di seluruh Kota Bontang. (Adv)