Expresi, Bontang – Pelatihan Penerapan Nilai Sapta Pesona yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dispopar pada Senin (24/11/2025) menjadi momentum Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, untuk menegaskan arah baru pembangunan ekonomi daerah.

Selain menekankan pentingnya Sapta Pesona dalam meningkatkan kualitas SDM dan daya tarik wisata budaya, Wawali Agus Haris juga menyoroti potensi besar investasi pariwisata yang kini dibuka lebar oleh Bontang, khususnya pada konsep wisata yang berkelanjutan (hijau).

Dalam sambutannya, Agus Haris mendorong agar keberagaman suku, tradisi, kesenian, kuliner, hingga kearifan lokal Bontang dapat dieksplorasi dan dikemas menarik agar siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Keberagaman suku, tradisi, kesenian, kuliner, hingga kearifan lokal merupakan kekayaan identitas daerah yang perlu dikemas lebih menarik, berkelanjutan, dan siap bersaing,” tandasnya.

Magnet Investasi Hijau

Penegasan Wawali tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Bontang untuk melakukan transformasi ekonomi, yang selama ini didominasi oleh sektor industri, menuju penguatan sektor pariwisata yang lebih hijau dan kreatif.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang saat ini aktif mempromosikan peluang investasi pada sektor wisata edukatif (EduPark) dan ekowisata pesisir berkelanjutan.

Fokus investasi diarahkan untuk mengembangkan destinasi seperti kawasan mangrove, Pulau Beras Basah (rencana eco-resort dan family beach park), serta Pulau Tihi-Tihi sebagai kawasan konservasi terumbu karang dan snorkeling.

Langkah ini bertujuan mengubah citra Bontang menjadi “kota industri yang hijau dan inklusif,” menawarkan peluang modal besar bagi investor nasional dan internasional.

Kebutuhan Akomodasi Mendesak

Dalam penelusuran redaksi, seiring meningkatnya kunjungan bisnis dan bergulirnya sektor pariwisata, sektor perhotelan di Kota Bontang juga dinilai memiliki potensi investasi yang sangat besar.

Kebutuhan akan akomodasi representatif, khususnya hotel berbintang, menjadi kebutuhan mendesak  menopang dunia usaha, pemerintahan, dan menghidupkan ekosistem pariwisata bahari serta ekonomi kreatif lokal.

Pemkot Bontang memandang investasi hotel dan wisata bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi sebagai strategi jangka panjang untuk menciptakan efek ekonomi berantai.

Di mana pertumbuhan ini akan menumbuhkan UMKM lokal, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat daya saing kota secara berkelanjutan. (Adv)