EXPRESI,co BONTANG – Pemerintah Kota Botang menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggunjawaban Pemerintah Tahun Anggaran 2025, Senin 30 Maret 2026.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan di awal Kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Agus Haris, mampu keluar dari kondisi kontraksi ekonomi Kota Bontang di tahun 2024.

“2024 kita minus, 2,50% menunjukkan tekanan cukup besar terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor ekstraksi. Namun alhamdulillah di awal pemerintahan kami, menjadi tahun pemulihan,” kata Neni dalam Sidang Paripurna DPRD Bontang.

Ia menyebut, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tumbuh postif mencapai 3,21%.

Kata Neni, capaian ini menegaskan bahwa berbagai program pembangunan khususnya pada bidang ekonomi tetap berjalan sekalipun pondasi ekonomi Kota Bontang masih perlu terus diperkuat.

Selain itu, ia menujukkan rasio pertumbuhan non migas bertumbuh secara konsisten dengan laju yaitu di tahun 2025 mencapai 6,33% dibandingkam tahun sebelumnya, mencapai 9,4%.

“Alhamdulillah ini menunjukkan pergerakan positif ke arah diversifikasi ekonomi di mana sektor perdagangan, konstruksi dan berbagai jasa mulai mengambil peran yang lebih besar dalam mengurangi ketergantungan kita kepada sektor migas,” sebutnya.

Capaian makro pembangunan era Neni-Agus lainnya, adalah dari sisi kesejahteraan sosial di mama persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan menjadi 3,21% di tahun 2025 dari 3,74 tahun 2024.

“Artinya, program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai intervensi terhadap kelompok rentan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tandas Neni. (Sal/adv)