EXPRESI,co BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mencatat capaian kinerja unsur penunjang urusan pemerintahan menunjukkan hasil yang sangat positif.
Hal ini terlihat dari realisasi kinerja yang disampaikan Wali Kota Neni Moerniaeni dalam rapat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPKJ) Pemerintah Kota Bontang, mencapai 100 persen dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 12 program yang telah dijalankan dengan total 69 kegiatan. Dari sisi anggaran, pagu yang disediakan mencapai Rp110,057 miliar.
Sementara itu, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp96,190 miliar atau setara dengan 88,07 persen dari total pagu.
Kata Neni Moerniaeani, Meski belum terserap sepenuhnya, capaian tersebut dinilai cukup optimal dalam mendukung pelaksanaan program kerja.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bontang dalam upaya mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah, telah melakukan berbagai upaya.
Seperti mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 11 tahun berturut-turut atas laporan keuangan pemerintah daerah.
Di bidang pelayanan publik, pemerintah mengembangkan aplikasi Simpatda guna meningkatkan layanan pajak dan retribusi, yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang.
“Target tahun ini TP2D (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) dan KIK, bisa terlaksana di semua OPD (organisasi perangkat daerah)” sebutnya.
Tak hanya itu, perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia juga dilakukan melalui program beasiswa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bontang.
“Kita ada satu orang untuk pendidikan dokter spesialis dan satu orang untuk pendidikan sarjana,” ucapnya.
Ada juga kata Neni, inovasi pengolahan limbah industri juga berhasil direalisasikan di dua kelurahan, Guntung dan Telihan.
“Di Kelurahan Guntung, dikembangkan inovasi Bekantan berupa tas daur ulang, sementara di Kelurahan Gunung Telihan hadir inovasi Telihan Recycle,” jelasnya. (Sal/adv)

Tinggalkan Balasan