EXPRESI.co, KUTIM – Banjir yang merendam permukiman di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, kembali memunculkan ancaman satwa liar.

Seorang bocah berusia 10 tahun diterkam buaya saat berenang di halaman rumah yang tergenang air, Selasa 17 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WITA.

‎Insiden itu terjadi di rumah Ernawati, di Jalan Mulawarman RT 002 RW 001 Nomor 14, Desa Sepaso Barat. Selain korban anak, seorang nenek juga mengalami luka gigitan saat berusaha menyelamatkan bocah tersebut dari serangan predator air itu.

‎Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui berinisial FA (10), pelajar kelas 4 SD asal Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan. Saat peristiwa terjadi, FA tengah bermain bersama tiga anak lainnya di halaman rumah yang terendam banjir.

‎“Sekitar pukul 13.00 WITA, korban berenang sendiri di depan halaman rumah, sementara anak-anak lain bermain di pinggir air. Tiba-tiba seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban,” ungkap Asriadi saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

‎Teriakan korban sontak mengundang perhatian Ernawati (65), pemilik rumah. Ia bergegas keluar dan mendapati bocah tersebut berada dalam gigitan buaya. Tanpa ragu, Ernawati turun ke air untuk menarik korban ke tepi rumah.

‎Upaya penyelamatan itu sempat membuat korban terlepas, namun buaya kembali menggigit. Dalam proses tersebut, Ernawati turut menjadi korban setelah tangan kanannya terkena gigitan.

‎Seorang warga lainnya, Fatmawati (44), kemudian datang membantu dengan memukul buaya menggunakan alat seadanya hingga satwa tersebut akhirnya melepaskan kedua korban.

‎“Berkat bantuan warga, korban berhasil dilepaskan dari gigitan buaya dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan pertolongan pertama,” jelas Asriadi.

‎Akibat serangan tersebut, FA mengalami luka robek di bagian kaki kanan, sementara Ernawati menderita luka gigitan pada tangan kanan. Keduanya dalam kondisi selamat dan masih menjalani perawatan medis.

‎Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta melakukan pendataan terhadap korban.

‎Kapolsek juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan, mengingat kondisi banjir berpotensi memicu kemunculan satwa liar di kawasan permukiman.(Yuristio)