EXPRESI.co, BONTANG – Pekan Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Kota Bontang bersama Badan Kesbangpol Bontang memasuki puncaknya pada Minggu (16/11/2025) pagi. Namun, alih-alih menutup rangkaian dengan seremoni formal, dua lembaga itu justru memilih pendekatan berbeda, membawa pendidikan politik langsung ke ruang publik lewat senam bersama dan jalan sehat.
Sejak pagi, pelataran Ramayana berubah menjadi titik temu ratusan warga dari berbagai kalangan. Musik senam, derap langkah peserta, hingga kerumunan keluarga yang datang berolahraga menampilkan suasana cair dan akrab, jauh dari kesan kegiatan yang kerap dikaitkan dengan politik elektoral.
Ketua Bawaslu Kota Bontang, Aldy Artrian, mengatakan strategi ini sengaja dipilih agar pesan mengenai pentingnya kesadaran politik bisa lebih mudah diterima masyarakat.
“Pendidikan politik dapat dikemas dengan banyak cara. Tidak melulu lewat diskusi atau seminar. Isu-isu demokrasi harus dikenalkan sejak dini, dan ruang publik adalah tempat terbaik untuk itu,” ujar Aldy
Aldy juga mengapresiasi peran Kesbangpol Bontang yang selama ini menjadi mitra dalam penyelenggaraan berbagai agenda literasi politik. Ia berharap kolaborasi ini dapat dilakukan secara rutin agar penguatan partisipasi masyarakat tidak hanya terjadi menjelang pemilu, melainkan menjadi budaya yang tumbuh setiap waktu.
Dukungan serupa disampaikan Wali Kota Bontang—atau perwakilannya—yang menilai inisiatif Bawaslu memperluas pendidikan demokrasi melalui bentuk kegiatan yang lebih ramah publik sebagai langkah penting meningkatkan partisipasi politik warga.
Memasuki sesi pengundian doorprize, suasana semakin riuh. Beragam hadiah elektronik hingga grand prize membuat peserta setia menunggu hingga akhir acara. Namun bukan hanya hiburan yang mengisi panggung hari itu.
Bawaslu juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang rangkaian lomba sebelumnya, mulai dari cipta baca puisi, cerdas cermat, ranking 1, hingga photo competition 2025.
Rangkaian kegiatan ini, yang berlangsung sejak 11 November, menunjukkan pola pendekatan baru Bawaslu. Dengan menghadirkan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari warga, bukan sekadar agenda musiman menjelang pemilu. (Fn)

Tinggalkan Balasan