Expresi, Bontang – Semangat digitalisasi dan birokrasi modern mendapat sorotan cemerlang dari Kota Bontang.
Fauzi Ahmad, seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, sukses menorehkan prestasi gemilang.
Dengan meraih predikat terbaik pertama dalam ajang bergengsi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan VI di Samarinda, Kalimantan Timur.
Keberhasilan Fauzi tidak hanya didasarkan pada keunggulan akademis semata, namun juga lewat kontribusi nyata yang ia tawarkan kepada Pemerintah Kota Bontang: sebuah inovasi digital bernama “PRISMA” (Pelaporan dan Statistik Mal Pelayanan Publik).
Menjawab Tantangan Birokrasi dengan Kode
Dalam era di mana efisiensi dan transparansi menjadi tuntutan utama, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bontang menghadapi tantangan klasik: pelaporan kegiatan dan statistik pelayanan yang masih mengandalkan proses manual.
Fauzi Ahmad hadir dengan solusi yang mengubah alur kerja tersebut. PRISMA, sistem digital yang ia rancang sebagai Laporan Aktualisasi, adalah jembatan menuju birokrasi yang lebih adaptif.
“PRISMA ini kami buat agar pelaporan tidak lagi manual. Semua bisa dilakukan secara real time dan terintegrasi antar unit,” jelas Fauzi saat ditemui Senin (10/11/2025).
Melalui terobosan ini, setiap data pelayanan yang masuk ke MPP akan langsung terekam dan dapat dipantau seketika.
Hal ini memungkinkan proses evaluasi yang cepat, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan oleh pimpinan—sebuah langkah krusial untuk meningkatkan mutu pelayanan publik secara keseluruhan.
“Langkah digitalisasi seperti ini penting untuk menjawab tantangan era birokrasi modern yang menuntut efisiensi dan transparansi,” tambahnya, menekankan bahwa inovasi adalah kunci adaptasi.
Dominasi di Latsar Kaltim
Prestasi Fauzi di Latsar CPNS Angkatan VI bukan hanya membanggakan secara pribadi, tetapi juga membawa harum nama Kota Bontang di kancah regional.
Latsar tersebut diikuti oleh 80 peserta yang terbagi dalam dua kelompok, dengan perwakilan dari sepuluh kabupaten/kota se-Kaltim.
Fauzi, yang tergabung dalam Kelompok Enam, bersaing ketat dengan 40 peserta lainnya. Dari kelompok tersebut, lima belas peserta di antaranya merupakan delegasi dari Kota Bontang.
Dengan diraihnya predikat terbaik 1, Fauzi tidak hanya menuntaskan masa pelatihannya dengan gemilang, tetapi juga mewariskan sebuah sistem yang diharapkan dapat menjadi pilot project perbaikan layanan publik di Bontang.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa membawa nama baik Kota Bontang. Semoga inovasi ini bisa diterapkan dan terus dikembangkan,” pungkasnya dengan penuh harap. (Adv)

Tinggalkan Balasan