EXPRESI.co, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur akan meluncurkan Program Pemusatan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM) mulai 2026, sebagai upaya menjaga kesinambungan pembinaan atlet muda pasca-lulus SMA.

Program ini ditujukan bagi lulusan Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) dan Sentra Pembinaan Olahraga Pelajar Daerah (SPOPDA), agar tetap bisa berlatih dan bertanding sambil menempuh pendidikan tinggi.

Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyebut PPLM akan menjadi penghubung antara level pelajar dan jenjang prestasi seperti PON dan Pelatnas.

“Banyak atlet muda kita yang masih punya potensi besar setelah lulus SMA. PPLM ini akan jadi jembatan agar pembinaan tidak terhenti saat mereka masuk perguruan tinggi,” ucapnya.

Skema pelaksanaan program menggunakan pendekatan desentralisasi, di mana atlet tetap berlatih di daerah sambil kuliah di kampus mitra. Fokus utamanya tetap pada performa olahraga, dengan porsi 70% waktu untuk latihan dan kompetisi, serta 30% untuk akademik.

“Kita sudah jajaki kerja sama dengan Unmul dan UMKT. Kampus negeri atau swasta bisa kami ajak, selama punya prodi olahraga dan komitmen mendukung fleksibilitas belajar atlet,” terangnya.

Rasman menegaskan bahwa usia mahasiswa merupakan fase emas pembentukan prestasi. Sayangnya, banyak atlet berhenti dibina di usia 18 tahun karena minimnya skema lanjutan.

“Kalau berhenti dibina di usia 18, itu rugi. Justru puncak prestasi banyak tercapai di usia 20-an. Maka program ini krusial untuk menjaga konsistensi,” jelasnya.

Dispora Kaltim juga berupaya mendorong agar anggaran PPLM masuk dalam APBD 2026, demi menjamin pelaksanaan program berjalan maksimal.

Lewat PPLM, Dispora Kaltim berharap bisa mencetak atlet kampus yang mampu menembus kancah nasional maupun internasional tanpa harus meninggalkan pendidikan formal. (aw/adv/dispora/kaltim)