EXPRESI.co, KUTIM — Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Gang Family 3, Sangatta Utara, Kutai Timur, Senin 23 Maret2026 sekitar pukul 18.10 WITA.
Api dengan cepat membesar di dalam gang sempit, menghanguskan sejumlah bangunan dan membuat warga panik berhamburan menyelamatkan diri.
Sedikitnya sembilan unit rumah terdampak dalam peristiwa tersebut, terdiri dari barakan dan rumah tunggal yang berada saling berdekatan.
Api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah barakan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Komandan Pos Damkar Sangatta Utara, Amiruddin, mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari warga dan Pos Pendidikan, kemudian langsung bergerak menuju lokasi.
“Informasi masuk sekitar pukul 18.10 Wita, dan kami tiba di lokasi sekitar 10 menit kemudian,” ujar Amiruddin, Selasa 24 Maret 2026.
Berdasarkan informasi sementara dari warga, sumber api berasal dari barakan. Namun hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
“Kalau dari keterangan warga, awal api dari barakan. Tapi untuk penyebabnya, apakah karena korsleting listrik atau kompor, kami belum bisa pastikan,” katanya.
Data sementara menyebutkan, objek yang terbakar meliputi dua unit barakan dengan enam pintu serta sejumlah rumah tunggal. Api juga berdampak pada beberapa rumah di sekitarnya.
“Total ada enam pintu barakan dan empat rumah tunggal yang terbakar. Beberapa rumah di sekitarnya juga ikut terdampak,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Selain bangunan, satu unit sepeda motor turut hangus dilalap api.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk menjinakkan api dengan mengerahkan delapan unit mobil pemadam serta dukungan suplai air dari pihak perusahaan.
Komandan Regu Damkar, Irman, menyebut medan lokasi menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran.
“Kendala utama di lapangan adalah akses jalan yang sempit menuju lokasi, sehingga memperlambat pergerakan armada,” ungkap Irman.
Ia menjelaskan, titik api berada di bagian dalam gang, bukan di jalur utama, sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk bermanuver.
“Jalan masuk ke lokasi cukup sempit, sehingga mobil pemadam kesulitan bermanuver. Ini yang menjadi kendala utama di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, posisi bangunan yang rapat mempercepat perambatan api dari satu rumah ke rumah lainnya.
Di akhir, pihak Damkar mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya menjelang mudik Lebaran saat banyak rumah ditinggalkan kosong.
“Pastikan kompor dalam keadaan mati, cabut aliran listrik yang tidak perlu, dan lepaskan regulator gas untuk menghindari risiko kebakaran,” pungkasnya.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan