EXPRESI.co, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memerangi peredaran narkoba di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Forum Komunikasi (Forkom) Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (17/6).
Ananda menyebut pengawasan terhadap jalur darat, laut, dan udara di Kaltim harus dilakukan secara terpadu dan tidak parsial, mengingat luas dan terbukanya akses wilayah ini.
“Wilayah Kaltim sangat luas. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Pengawasan harus terintegrasi,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai bagian dari strategi nasional P4GN.
Ananda menambahkan, DPRD Kaltim siap memperkuat kebijakan dan penganggaran yang mendukung pencegahan serta rehabilitasi penyalahgunaan narkotika. Salah satu fokusnya adalah mendukung pengembangan Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang digagas oleh BNN.
“Program ini harus terus dikembangkan, tentu dengan dukungan anggaran dan komitmen semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang memimpin rapat, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD. Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menekan peredaran narkoba yang kian marak.
“Penyalahgunaan narkoba adalah ancaman nyata. Sinergi adalah kunci utama,” ucapnya.
Rapat Forkom P4GN ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dirnarkoba Polda Kaltim, Plt Aspidum Kejati Kaltim, Kabinda, Danlanal, Danlanud Balikpapan, serta perwakilan ormas dan pegiat anti-narkoba. (Adv/DPRD Kaltim/IA)

Tinggalkan Balasan