EXPRESI.co, KUTIM — Ancaman banjir mulai mengintai permukiman warga di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur.

‎Peningkatan debit air akibat curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Merban membuat kepolisian bergerak cepat meminta pemerintah desa menyiapkan langkah darurat sejak dini.

‎Polsubsektor Batu Ampar secara langsung meminta Pemerintah Desa (Pemdes) Batu Timbau Ulu untuk bersiaga dan menyiapkan posko darurat sebagai antisipasi jika debit air terus meningkat.

‎Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan genangan air setinggi sekitar 15 sentimeter telah merendam permukiman warga di RT 01 dan RT 03. Sedikitnya 10 rumah terdampak akibat kombinasi hujan deras dan sistem drainase yang belum optimal.

‎Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan jajaran Polsek dan Polsubsektor di wilayah rawan banjir agar tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga langkah mitigasi aktif bersama pemerintah desa.

‎”Saya sudah perintahkan Kapolsubsektor Batu Ampar untuk berkoordinasi intensif dengan Kepala Desa. Jangan menunggu air tinggi baru bergerak. Jika tren debit air terus naik, Pemdes harus segera mendirikan Posko Bencana dan Dapur Umum. Kita harus pastikan ada tempat aman bagi warga jika evakuasi diperlukan sewaktu-waktu,” tegas AKBP Fauzan Arianto saat dikonfirmasi. Selasa 13 Januari 2026.

‎Selain itu, Kapolres juga mengimbau warga yang bermukim di bantaran Sungai Merban untuk tetap waspada meskipun intensitas hujan diprediksi mulai menurun.

‎”Anggota kami di lapangan akan terus memonitor perkembangan debit air setiap jamnya. Kami minta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambah Fauzan.

‎Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolsubsektor Batu Ampar, Ipda Adiansyah, telah menyampaikan imbauan langsung kepada perangkat Desa Batu Timbau Ulu.

‎Meski sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing karena genangan air dinilai belum membahayakan, kesiapan logistik serta penentuan titik kumpul evakuasi tetap menjadi fokus utama dalam upaya antisipasi bencana banjir.(Yuristio)