EXPRESI,co BONTANG – Capaian indikator makro pembanguna Kota Bontang, mengalami trend positif.

Keenamnya merupakan Laju Pertumbuhan Ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi Non Migas, Angka Kemiskinan, Rasio Gini, Indeks Pembangunan Manusia, serta Tingkat Pengangguran Terbuka.

Laju Pertumbuhan Ekonomi, Rasio Gini, Indeks Pembangunan Manusia, mengalami peningkatan.

Sementara, Laju Pertumbuhan Ekonomi Non Migas, Angka Kemiskinan dan Tingkat Pengangguran Terbuka dapat Pemerintah Bontang, sehingga presentasenya menurun.

Pertumbuhan Ekonomi

Laju pertumbumbuhan ekonomi secara keseluruhan menjadi indikator pertama, di mana Kota Bontang mengalami peningkatan dari 2,51% tahun 2024 menjadi 3,21% tahun 2025.

Meskipun kata Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pertumbuhan tersebut didasari pondasi yang belum cukup kokoh, dengan besarnya tekanan sektor industri pengolahan dan sektor ekstraksi.

Hal ini juga berdampak pada indikator yang kedua, meningkatnya pertumbuhan ekonomi non migas. Bertumbuh di tahun 2025 mencapai 6,33% dari 9,4% tahun sebelumnya.

Kesejahteraan Sosial

Ketiga, dari sisi kesejahteraan sosial persentase penduduk miskin mengalami penurunan menjadi 3,21% di tahun 2025, dari 3,74% di tahun 2024.

Artinya, kata Neni, program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai intervensi terhadap kelompok rentan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Alhamdulillah ini menjadi salah satu upaya kita untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 3,21%” sebutnya.

Meski ekonomi tumbuh dan jumlah kemiskinan menurun, namun rasio gini atau tingkat ketimpangan pengeluaran atau pendapatan penduduk Bontang mengalami peningkatan dari 0,330 menjadi 0,349. Sekalipun masih berada dibawah nasional.

“Ini harus menjadi perhatian bahwa pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan seharusnya bisa dinikmati secara merata,” tegas Neni.

Indikator pencapaian kelima, adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang yang menduduki posisi pertama di Kaltim.

“Kita saat ini 83,04%.Ada kenaikan 0,55 poin dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan dalam pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat,” terang Wali Kota Bontang.

Yang keenam, dari sisi tingkat pengangguran terbuka, Kota Bontang mengalami penurunan menjadi 6,36% pada tahun 2025, dari 7,06% di tahun 2024. (Sal/adv)