EXPRESI.co, KUTIM – Kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, pada Kamis 26 Maret 2026 menyisakan luka mendalam bagi ratusan warga.
Sedikitnya 109 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal setelah puluhan rumah di tiga rukun tetangga (RT) hangus dilalap api.
Peristiwa tersebut bermula dari salah satu rumah warga, sebelum api dengan cepat menjalar ke RT 01, 09, dan 10.
Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan sulit dikendalikan, memaksa warga menyelamatkan diri dengan seadanya.
Kini, para korban terdampak harus bertahan di posko pengungsian dengan mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.
Kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama dalam penanganan pascakebakaran.
Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Prayunita Utami, turun langsung memastikan bantuan bagi para korban tersalurkan.
Pada Sabtu 28 Maret 2026, ia mendistribusikan bantuan sembako ke posko yang berada di Kecamatan Batu Ampar.
“Kemarin saya sendiri yang pastikan bantuan sampai di posko. Prioritas saat ini, memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, terutama makanan dan tempat tinggal sementara,” ujar Prayunita pada Senin 30 Maret 2026.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk memperkuat solidaritas sosial dengan membantu warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal.
“Kami bakal memantau proses pemulihan warga yang terdampak, dan saya sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait agar penanganan pascabencana tidak molor. Yang terpenting saat ini, jangan ada warga yang kekurangan makanan, tidur tanpa atap dan alas,” tegas politisi NasDem itu.
Hingga kini, proses pendataan dan penanganan korban masih terus dilakukan, sementara warga berharap bantuan terus mengalir dan upaya pemulihan dapat segera terealisasi.(Yuristio)

Tinggalkan Balasan