EXPRESI.co, BONTANG – DPRD Bontang merespon keluhan masyarakat terkait pelayanan di Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) atau yang lebih dikenal RS Yabis.

DPRD akan memanggil pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan terkait laporan warga itu.

Sebelumnya, Heriyanto mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan RS Yabis saat istrinya dirawat. Pihak rumah sakit tidak memberinya keterangan diagnosa penyakit yang diidap istrinya.

Sebelum istrinya menghembuskan nafas terakhir, Heriyanto diberi hasil uji lab dan swab antigen yang menyatakan istrinya positif Covid-19.

Namun, yang membuat dia heran, usai dinyatakan positif Covid-19, istrinya tidak dirujuk ke bilik isolasi. Tetap mendapatkan perawatan dan obat-obatan oleh tim dokter di ruang IGD hingga dinyatakan meninggal dunia karena positif corona.

Sementara, tidak ada keterangan lain terkait penyampaian riwayat penyakit komorbid pasien kepada pihak keluarga.

“Seharusnya kan istri saya langsung diisolasi. Tapi justru dokter malah rawat di IGD. Keluarga juga dibolehkan keluar masuk buat jenguk,” tutur Heri kepada wartawan, Rabu (14/9/2022).

Anggota Komisi I DPRD Bontang, Maming mengatakan telah menerima laporan terkait keluhan beberapa warga. Termasuk Heriyanto.

Dia bilang, akan memanggil Dinas Kesehatan Kota Bontang bersama pimpinan RS Yabis untuk meminta penjelasan terkait laporan Heriyanto.

“Ya akan dijadwalkan undang Dinkes dan pimpinan RS Yabis terkait laporan ini,” kata Maming saat dihubungi, Kamis (15/9/2022). (FN)