EXPRESI.co, BONTANG – Pemerintah bakal melakukan pembangunan Jalan Pierre Tendean Keluatahan Bontang Kuala sebagai bagian dari penanganan banjir rob.

“Sudah ada program pembangunan jalan Piere Tendean di TA 2025 dari BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional),” ungkap Kepala PUPRK Bontang Edy Prabowo, Jumat (9/8/2024).

Maka itu, pembangunan trotoar Bontang Kuala belum dapat dilaksanakan tahun ini. Dia menjelaskan, trotoar yang terbuat dari kayu ulin merupakan aset (belanja modal), ada kemungkinan BBPJN tidak akan menerimanya sebagai aset dan telah ada program pembangunan Jalan Pierre Tendean yang dijadwalkan pada TA 2025.

“Pada intinya trotoar yang dari kayu ulin tersebut merupakan aset (belanja modal) dan karena berada di jalan nasional bisa jadi pihak BBPJN tidak mau menerima sebagai aset nantinya karena sudah ada program pembangunan jalan Piere Tendean di TA 2025,” jelas Edy.

Hingga saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dan mengusulkan pembanguan trotoar Bontang Kuala.

“Kita sudah sampaikan ke BBPJN Kaltim untuk APBD perubahan 2024, tapi belum ada restu,” jelasnya.

Menurut Edy, penyelesaian banjir rob di Bontang Kuala ada beberapa skema yang dapat digunakan.

Kata dia, BBPJN telah menyampaikan ada beberapa skema, seperti menggunakan struktur pile slab atau jembatan layang, kemudian Pile Embankment ditambah timbunan tanah atau Pile Embankment ditambah murtal foam.

Namun kata Edy, Pemkot Bontang akan terus mengawal hingga masalah banjir rob dapat tangani.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal prosesnya, sebab persoalan ini telah lama dikeluhkan warga.

“Rencananya kita mau kerjakan di APBD perubahan, pas kita kordinasi dengan BBPJN belum disetujui dan kemungkinan mereka yang akan pastikan dikerja tahun 2025 dengan beberapa skema dan kami akan terus kakawal ujarnya.

“Tapi kita juga akan terus kawal, sebab persoalan keluhan masyarakat adalah tanggung jawab kami,” tegas Edy. (YUB)