EXPRESI.co, BONTANG – Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bontang menyoroti fenomena menurunnya tingkat kepercayaan pasien terhadap dokter. Penyebab utamanya dinilai karena lemahnya komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien.
Ketua MKEK IDI Bontang, Nurul Fathoni, menegaskan bahwa pendekatan dalam pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi medis, melainkan juga harus ditopang kemampuan komunikasi yang efektif.
“Jika kita kurang menunjukkan empati yang ada dalam lubuh hati, pasien mungkin merasa tidak dihargai,” ujar Fathoni saat Seminar dan Pelantikan Pengurus IDI Cabang Kota Bontang di Pendopo Rujab Wali Kota, Minggu (14/9/2025).
Menurutnya, banyak pasien kini datang dengan membawa opini sendiri yang terbentuk dari informasi di media sosial. Kondisi itu membuat relasi antara pasien dan dokter kerap penuh bias, bahkan seolah-olah pasien merasa setara pengetahuannya dengan tenaga medis.
“Seringkali kita (dokter) diperhadapkan dengan pasien yang sudah membawa opini sendiri dan menempatkannya seakan akan sama tahunya dengan dokter,” katanya.
Sementara itu, salah satu pemateri seminar, Muji Iswanty, juga menilai hubungan dokter dan pasien sudah banyak berubah sejak hadirnya media sosial.
Kata dia, bila dulu dokter menjadi sandaran penuh atas setiap keputusan mengenai kesehatan, namun saat ini pasien mendapatkan akses mudah informai pembanding lainnya.
Muji bilang, ada perubahan pola relasi dokter dan pasein yang saat ini cenderung seperti partner Jika dulu pasien menyerahkan sepenuhnya keputusan medis kepada dokter, kini pola yang terbangun lebih mirip kemitraan.
“Unsur tidak percaya kepada dokter saat ini memang dibutuhkan kemampuan komunikasi,” tegas Muji. (LABIB)

Tinggalkan Balasan