EXPRESI.co, BONTANG – Era Kepemimpinan Basri-Najirah kembali melakukan rotasi pejabat, sebanyak 108 pejabat pemerintahan dilantik Wali Kota Bontang Basri Rase.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo rumah jabatan wali kota, Jl Awang Long, Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (21/3/2024) pagi ini.

Ketidakpuasan terhadap hasil kinerja pejabat menjadi alasan Basri melakukan rotasi. Selain itu, penyegaran formasi juga merupakan salah satu sebab.

“Seharusnya senang jika ada penyegaran begini, saya tidak ada dendam sama sekali, saya selalu mengutamakan aturan,” kata Basri.

Basri mengatakan, ada banyak capaian yang seharusnya dapat diraih jika kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maksimal.

Beberapa kinerja menjadi sorotan Basri yang dinilai belum maksimal diantaranya, penurunan angka stunting, tingkat kemiskinan, angka pengangguran, termasuk percepatan pembangunan.

Angka stunting meskipun ada penurunan, menjadi 19 persen tapi masih belum mencapai target nasional 14 persen.

Begitupun dengan angka kemiskinan dan pengangguran yang mengalami penurunan, faktanya kemiskinan dan pengangguran masih banyak.

Untuk percepatan pembangunan, Basri menekankan kepada pejabat yang baru dilantik agar tidak memperlamban prosesnya.

“Saya peringatkan itu percepatan pembangunan agar lebih cepat prosesnya. Jangan hanya dilelang-lelang saja terus tapi pengerjaannya lambat dimulai,” ucapnya.

Selanjutnya, Basri mewanti-wanti pejabat OPD untuk tidak melakukan politik praktis. Jika dia menemukan, tidak ada tolerir. Bahkan dia menuturkan kepada seluruh pejabat untuk tidak memasang spanduk dan baliho tanpa memasang gambar wali kota dan wakil wali kota.

Basri Rase intruksikan kepada Satpol PP untuk mencopot baliho dan spanduk yang dipasang oleh OPD jika tidak ada gambar dirinya dan Najirah.

“Ini pasang baliho di mana-mana , mau jadi anggota dewan? Saya intruksikan Sarpol turunkan itu baliho-baliho,” ujar Basri. (FN)