EXPRESI.co, KUTAI KARTANEGARA – Kebijakan rasionalisasi anggaran pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah kegiatan, termasuk pembinaan atlet muda dan pengembangan olahraga tradisional, terpaksa tertunda akibat pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 60 persen.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut berpengaruh langsung pada program pembinaan, terutama di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) dan kegiatan olahraga tradisional.
“Biasanya anak-anak kami bisa mengikuti try out ke luar daerah, tapi tahun ini tidak bisa karena rasionalisasi itu,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Meski begitu, Aji memastikan bahwa Dispora Kukar tetap berkomitmen menjaga semangat atlet muda agar tidak surut. Latihan rutin, katanya, masih terus dilaksanakan di dalam daerah. Beberapa cabang olahraga bahkan langsung diarahkan untuk mengikuti kejuaraan nasional tanpa melalui tahap uji coba di luar daerah.
“Hasilnya memang tidak semaksimal sebelumnya, tapi kami tetap berusaha tampil baik,” ujarnya optimistis.
Ia menegaskan, kebijakan pemangkasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat pembinaan. “Intinya, semangatnya tidak boleh turun. Rasionalisasi ini kami anggap tantangan, bukan hambatan,” tegasnya.
Sebagai langkah adaptif, Dispora Kukar kini melakukan evaluasi terhadap pola kerja sama dengan komunitas dan pihak terkait agar kegiatan olahraga tetap berjalan efisien dan produktif.
“Kami akan maksimalkan kegiatan yang berbasis kolaborasi, supaya anggaran bisa ditekan tapi tetap menghasilkan kegiatan yang bermanfaat,” pungkas Aji Ari. (Adv)

Tinggalkan Balasan