EXPRESI.co, BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase, yang menjabat periode 2021-2025, sukses meluncurkan dua program unggulan yang fokus pada peningkatan pelayanan di tingkat Rukun Tetangga (RT). Dua program tersebut adalah Stimulan RT dan Satu Motor Satu RT (SMS RT).
Setelah hampir tiga tahun berjalan, program ini tidak hanya terealisasi dengan baik, tetapi juga mendapat sambutan positif dari para Ketua RT serta warga.
Ketua-ketua RT berharap kedua program ini terus dilanjutkan dan dikembangkan, khususnya Stimulan RT yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan ekonomi warga.
Pada tahun 2023, sebanyak 499 Ketua RT di Kota Bontang menerima bantuan motor operasional dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Motor ini bertujuan mempermudah pelayanan di tingkat RT, mulai dari administrasi hingga kegiatan-kegiatan masyarakat.
Ketua RT 07, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan, Mulyana, mengaku motor tersebut sangat membantu, bahkan dapat digunakan oleh warga untuk keperluan mendesak.
“Motor ini sangat membantu, semua urusan jadi lebih mudah. Bahkan warga yang butuh kendaraan untuk keperluan pribadi pun bisa meminjam motor ini,” kata Mulyana, Rabu (16/10/2024).
Selain SMS RT, program Stimulan RT yang diinisiasi Wali Kota Basri Rase juga mendapatkan apresiasi tinggi dari warga. Mulyana menyebutkan bahwa di wilayahnya, program ini hadir setiap tahun. Pada 2023, Stimulan RT berupa pelatihan tata rias telah diikuti oleh puluhan ibu-ibu. Kini, mereka bisa merias diri sendiri tanpa harus menyewa jasa penata rias.
“Ibu-ibu sekarang sudah bisa make up sendiri, bahkan bisa mengajarkan keahlian ini ke anak-anak mereka,” ujarnya.
Selain tata rias, Stimulan RT juga mencakup pelatihan pembuatan roti yang sedang dalam tahap penyelesaian. Mulyana berharap hasil dari pelatihan ini bisa dikembangkan menjadi produk khas RT yang dapat dijual.
“Pelatihan pembuatan roti sedang berjalan. Kami harap nanti hasilnya bisa dijual sebagai produk unggulan RT kami,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RT 39, Kelurahan Loktuan, Samsuddin Kompos, menyatakan program Stimulan RT sangat bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan warga. Tahun lalu, RT 39 menerima pelatihan pembuatan amplang untuk 10 ibu-ibu, dan saat ini mereka sudah mampu memproduksi sendiri tanpa harus membeli dari luar.
“Sekarang sudah lebih mudah, warga bisa membuat amplang sendiri. Kami tinggal menunggu modal agar bisa memproduksi lebih banyak dan menjualnya,” jelas Samsuddin.
Pada tahun 2024, RT 39 akan mendapatkan pelatihan pembuatan roti manis dan menjahit. Samsuddin mengatakan bahwa program Stimulan RT selalu disambut antusias oleh warga karena memberikan keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias. Dulu tidak bisa bikin kue, sekarang sudah bisa. Motor RT juga sangat bermanfaat, hanya saja kami berharap Pemkot bisa membantu penyediaan bensin,” katanya.
Basri Rase, menegaskan bahwa program SMS RT dan penyerahan motor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan visi dan misi untuk meningkatkan pelayanan publik. Program ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan sukses direalisasikan.
Begitupun dengan program stimulan RT akan terus berlanjut hingga memberi dampak dalam peningkatan ekonomi, terutama untuk UMKM.
“RT adalah aparatur pemerintah terdepan, dengan tanggung jawab besar dan kerja 24 jam. Motor ini bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk mendukung operasional RT agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik,” ujar Basri Rase. (*)

Tinggalkan Balasan