EXPRESI.co, BONTANG – Peredaran minuman keras (miras) dan tren pergaulan bebas di kalangan remaja Kota Bontang jadi sorotan tajam Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Saparuddin. Ia menyebut dua hal ini sebagai bom waktu yang mengancam masa depan pemuda.
“Kami sangat prihatin. Ini bukan hanya urusan keluarga, tapi masalah bersama yang perlu kita hadapi serius,” tegasnya kepada wartawan, Kamis (10/7/2025).
Sekolah Harus Jadi Benteng Moral
Saparuddin menegaskan, pendidikan karakter di sekolah bukan pilihan, tapi keharusan. Ia meminta para guru tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif menanamkan nilai moral dan budi pekerti.
“Guru adalah pembimbing moral, bukan sekadar pengajar. Mereka punya peran besar dalam membentuk kepribadian siswa,” ujarnya.
Menurutnya, penyuluhan rutin soal bahaya narkoba, miras, dan seks bebas perlu diperkuat. “Edukasi sejak dini lebih efektif daripada penyesalan di kemudian hari,” tambahnya.
Orang Tua Tak Bisa Lepas Tangan
Di sisi lain, Disdikbud juga menyoroti peran keluarga yang dianggap belum maksimal. Di era digital seperti sekarang, pengawasan orang tua jadi krusial.
“Gadget dan internet bisa jadi alat belajar, tapi juga bisa jadi pintu masuk penyimpangan. Keluarga harus hadir,” katanya.
Saparuddin berharap masyarakat dan lingkungan sekitar ikut berperan. “Jangan hanya menyalahkan sekolah saat anak terjerumus. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Dukung Razia Tempat Hiburan Malam
Disdikbud Bontang juga menyuarakan dukungan terhadap upaya penertiban tempat hiburan malam yang menjual miras ilegal. Ia menyebut tempat-tempat itu sebagai pemicu utama rusaknya perilaku remaja.
“Kalau tidak dikendalikan, miras bisa jadi awal dari kerusakan yang lebih besar. Harus ada tindakan tegas,” tegasnya.
Bangun Ekosistem Pendidikan yang Aman
Ke depan, Disdikbud akan mendorong kolaborasi lintas sektor. Mulai dari kepolisian, dinas sosial, hingga tokoh masyarakat akan diajak bergandengan tangan membentuk ekosistem pendidikan yang sehat dan aman.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Ini soal menyelamatkan masa depan generasi Bontang. Semua harus terlibat,” pungkasnya. (*/Fn)

Tinggalkan Balasan