EXPRESI.co, SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter melalui program Pendidikan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD). Program ini dipandang sebagai gerbang strategis bagi pemuda untuk mengasah kemampuan kepemimpinan yang kontekstual dengan kondisi daerah.
Inisiatif ini digagas oleh Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim dan terbuka untuk seluruh pemuda dari berbagai daerah di provinsi ini. Pelatihan dirancang dengan pendekatan yang menekankan pada kepemimpinan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter melalui skema seleksi ketat.
Rusmulyadi, Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, menjelaskan bahwa program ini merupakan terobosan yang lahir dari kebutuhan akan format pelatihan yang lebih dekat dengan karakteristik dan dinamika lokal.
“Kami rasa Kaltim perlu punya versi sendiri yang disesuaikan dengan konteks lokal,” ujarnya.
Pendaftaran PKPMD telah dibuka sejak 5 Mei dan akan ditutup pada 25 Mei 2025. Peserta akan menjalani tahapan seleksi administrasi, ujian tertulis, dan wawancara. Nama-nama yang lolos seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada Juni, sebelum mengikuti pembekalan intensif pada 9 hingga 14 Juni 2025.
Tidak ada sistem kuota wilayah dalam seleksi ini. Setiap pemuda Kaltim memiliki hak yang sama untuk mendaftar dan mengikuti seluruh tahapan tanpa pembagian berdasarkan kabupaten/kota. Jumlah peserta pun akan diatur secara proporsional antara laki-laki dan perempuan, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas.
“Kami tidak membagi jatah berdasarkan kabupaten/kota yang ada di Kaltim, semua punya kesempatan yang sama,” jelas Rusmulyadi.
Dalam pelaksanaannya, Dispora akan melibatkan aparat negara seperti TNI dan Polri untuk membentuk pola pelatihan yang disiplin dan terstruktur. Setiap peserta akan menjalani agenda yang ketat sejak pagi hingga malam, dipandu langsung oleh pelatih dan pembina dari unsur lembaga keamanan dan kebangsaan.
“Mereka akan dilatih disiplin. Bangun pagi, kegiatan terstruktur, semua diawasi oleh tim dari TNI/Polri,” lanjutnya.
Selain itu, peserta akan menerima materi dari lembaga-lembaga strategis seperti Korem, IKA, Lemhannas, dan juga dari tokoh pemuda inspiratif Kalimantan Timur.
Rusmulyadi berharap PKPMD bisa menjadi momen kelahiran pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya mampu memberi kontribusi nyata di tingkat daerah, tetapi juga tampil sebagai aktor perubahan di tingkat nasional.
“Menyiapkan pemimpin sejak muda itu kunci. Kita punya potensi besar, jumlah pemuda Kaltim menurut BPS sudah lebih dari satu juta. Dari situ, pasti banyak yang layak diberi panggung dan pembinaan,” tutupnya.
(aw/adv/dispora/kaltim)

Tinggalkan Balasan