EXPRESI.co, BONTANG – Polemik rencana pemindahan Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang kembali mencuat. Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) menilai isu tersebut tidak lebih dari sekadar wacana yang membingungkan publik.

Rujab yang kabarnya akan dibangun di kawasan Bontang Lestari bahkan disebut-sebut bakal menyerupai hotel berbintang lima. Namun, Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming, menegaskan wacana itu masih jauh dari realisasi.

“Jadi itu sebenarnya masih jauh untuk bisa terealisasi. Belum ada juga masuk ke DPRD. Itu baru wacana,” tegas Maming, Kamis (11/9).

PHM menilai rencana tersebut justru terkesan tidak efisien. Ketua DPP PHM, Udin Mulyono, menyindir pemerintah agar lebih fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat ketimbang membangun Rujab baru.

“Kalau ada anggarannya, lebih baik dipakai untuk membangun jalan, mencegah banjir. Selama itu untuk kepentingan masyarakat Bontang, kami tidak akan protes, Pak,” ujar Udin saat dialog di kantor DPRD.

Udin juga menyoroti jarak lokasi rencana pemindahan Rujab yang dinilai jauh dari pemukiman warga. “Ini soal efisiensi. Jangan sampai pemerintah terkesan hanya membuang-buang anggaran,” tegasnya.

Isu pemindahan Rujab sebelumnya telah ramai diberitakan sejumlah media lokal. Bahkan, sempat beredar pernyataan wali kota dan wakil wali kota soal rencana menjadikan kawasan Rujab baru layaknya Malioboro.

“Berarti selama ini pemerintah hanya menghibur masyarakat lewat media, atau bagaimana, Pak?” sindir salah satu anggota PHM dalam dialog terbuka tersebut. (FL/FN)