Expresi.co, Samarinda — Dukungan ke Andi Satya Adi Saputra untuk memimpin DPD II Golkar Samarinda terus menguat jelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan pada 18 April 2026.

Peta kekuatan pun berubah. Salah satu dukungan jelas dan tegas datang dari Pimpinan Tingkat Kecamatan (PTK) Golkar Samarinda Seberang.

Ketua PTK Golkar Samarinda Seberang, Chaidir Tamami, menyatakan pihaknya telah mengerucutkan pilihan kepada Andi Satya sebagai calon ketua yang dinilai paling representatif.

“Kami di PK Samarinda Seberang melihat Andi Satya sebagai figur yang punya kapasitas dan rekam jejak. Baik dari sisi profesional maupun sebagai kader partai, beliau layak memimpin Golkar Samarinda,” ucap Chaidir dalam keterangannya yang diterima, Kamis 9 April 2026.

Pria yang kerap menghimpun gerakan pemuda ini mengatakan, kebutuhan akan sosok pemimpin yang mampu mengonsolidasikan partai menjadi pertimbangan utama dalam menentukan dukungannya.

“Golkar butuh figur yang bisa menyatukan kekuatan internal sekaligus membawa semangat baru. Kami menilai itu ada pada beliau,” tandasnya.

Nama Andi Satya sendiri memang tengah menjadi perbincangan hangat di internal partai berlambang pohon beringin itu.

Sebab, selain berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan, Andi Satya juga merupakan anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar.

Dalam Pemilu Legislatif teranyar, Andi Satya berhasil mendapat suara signifikan, lebih dari 22 ribu orang mencoblosnya. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuat atas tingkat elektabilitas dan penerimaan di akar rumput.

“Perolehan suara itu bukan angka kecil. Itu menunjukkan beliau punya basis massa yang nyata, dan itu penting untuk memperkuat posisi Golkar ke depan,” tandas Chaidir.

Sementara itu, dalam mekanisme Musda, setiap kandidat wajib mengamankan minimal 30 persen dukungan suara untuk dapat maju sebagai calon ketua. Dengan total 16 suara yang diperebutkan, dukungan dari Pimpinan Kecamatan menjadi faktor krusial.

Komposisi suara terdiri dari 10 PK serta organisasi sayap dan pendiri seperti Kosgoro, Soksi, dan MKGR. Selain itu, organisasi yang didirikan Golkar seperti AMPI, Alhidayah, Satkar Ulama, MDI, dan HWK, serta unsur lainnya juga memiliki hak suara.

Chaidir menilai, dengan mulai mengalirnya dukungan dari berbagai elemen, peluang Andi Satya untuk menguasai atau memimpin DPD Golkar Samarinda semakin terbuka.

“Kami melihat tren dukungan ini terus bergerak. Kalau konsolidasi berjalan baik, peluang beliau sangat besar,” katanya.

Menjelang pelaksanaan Musda, dinamika internal partai diperkirakan semakin intens. Lobi politik dan konsolidasi lintas struktur akan menjadi kunci dalam menentukan siapa yang akhirnya menduduki kursi Ketua DPD II Golkar Samarinda. (*)