EXPRESI.co, BONTANG – Dalam rangka meningkatkan daya saing daerah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang terus berinovasi untuk mempercepat proses penerbitan izin investasi baru.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim usaha yang ramah, transparan, dan efisien.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur mengungkapkan, salah satu tantangan yang masih kerap dihadapi dalam proses ini adalah ketidaklengkapan dokumen yang diajukan oleh investor atau pelaku usaha.

“Kalau semua dokumen sudah lengkap dan sesuai, proses penerbitan izin bisa sangat cepat dalam 2 hingga 5 hari kerja,” katanya, Selasa 27 Mei 2025.

Tapi kenyataannya, lanjut dia, banyak investor yang belum memahami alur sistem perizinan online seperti OSS (Online Single Submission), atau mereka menyerahkan dokumen yang tidak sesuai ketentuan. Ini yang memperlambat proses.

“Tidak semua investor ya, tapi ada yang belum paham OSS, nah ini yang memperlambat proses,” ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa sistem OSS yang dikelola secara nasional kini menjadi pintu utama pengurusan izin, sehingga investor perlu memahami tahapan dan jenis izin yang sesuai dengan kegiatan usahanya.

Ketidaktahuan atau kesalahan dalam pengunggahan dokumen menjadi penyebab umum tertundanya penerbitan izin.

Untuk mengatasi hal tersebut, DPMPTSP aktif memberikan pendampingan teknis kepada investor dan pelaku usaha, baik melalui layanan konsultasi langsung di kantor maupun secara daring melalui media sosial dan hotline layanan.

“Kami selalu terbuka untuk membantu. Kami sediakan layanan konsultasi agar prosesnya bisa dipahami dengan baik oleh pemohon,” bebernya.

“Jangan ragu bertanya. Kami ingin memastikan semua pelaku usaha mendapat kemudahan layanan, selama sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa DPMPTSP hadir sebagai mitra bagi investor, bukan sebagai penghambat. Seluruh proses dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kepastian hukum dalam berusaha.

“Kami hadir untuk memfasilitasi, bukan mempersulit. Selama investor menunjukkan itikad baik dan mengikuti prosedur, kami akan bantu semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*/Fn)