EXPRESI.co, BONTANG – Ujian Sekolah Bersama (USB) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Bontang tak sekadar menjadi ajang evaluasi hasil belajar siswa kelas VI. Lebih dari itu, pelaksanaan yang dikoordinasikan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kota Bontang ini menerapkan sistem penilaian yang objektif, terstandar, dan modern.

Ketua Koordinator KKKS Bontang Selatan, Koriyatin, menyampaikan bahwa seluruh proses penilaian dilakukan berdasarkan panduan yang telah disepakati bersama oleh para kepala sekolah dan pengawas pendidikan. Soal ujian disusun secara terpusat oleh tim guru lintas sekolah dengan mengacu pada kurikulum nasional dan capaian pembelajaran kelas VI.

“Penilaian dilakukan secara silang, di mana lembar jawaban siswa dikoreksi oleh guru dari sekolah lain. Ini untuk mencegah penilaian subjektif dan menjamin keadilan,” jelas Koriyatin, Kamis (22/5/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seluruh lembar jawaban kemudian dipindai dan direkap menggunakan sistem digital yang dikembangkan oleh tim KKKS. Proses ini mempercepat pengolahan data sekaligus meminimalkan kesalahan.

Menariknya, nilai akhir USB tidak hanya berasal dari ujian tulis. Penilaian juga menggabungkan komponen portofolio siswa seperti nilai praktik, tugas proyek, dan penilaian harian. Kombinasi ini bertujuan mencerminkan kemampuan siswa secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi kognitif.

“Komposisinya, 40 persen dari nilai USB dan 60 persen dari rata-rata nilai kelas V dan VI. Inilah yang menjadi dasar kelulusan serta seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Saparuddin, turut mengapresiasi penerapan sistem penilaian tersebut. Ia menilai metode ini mampu menghadirkan hasil yang lebih transparan, akurat, dan mencerminkan kompetensi siswa secara utuh.

“Langkah ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di Bontang,” tegas Saparuddin.

Dengan sistem penilaian yang sistematis dan kolaboratif ini, USB di Bontang diharapkan dapat menjadi tolok ukur baru dalam evaluasi pendidikan yang adil dan berintegritas. (*/Fn)