EXPRESI.co, Kutai Kartanegara – Kondisi kolam renang Junjung Buyah, satu-satunya fasilitas latihan utama cabang olahraga akuatik di Kutai Kartanegara (Kukar), kini menjadi perhatian pengurus. Ketua Umum Akuatik Kukar, Novia Wulandari Damansyah, meminta pemerintah daerah segera melakukan perbaikan karena kerusakan di beberapa bagian kolam mulai membahayakan keselamatan atlet.

“Setiap latihan ada beberapa atlet yang kakinya robek karena keramik dasar kolam pecah. Kami sudah sounding dengan Kepala Dispora agar perbaikan di bagian tengah kolam segera diutamakan,” ujar Novia, belum lama ini usai pelantikan.

Menurutnya, kolam renang Junjung Buyah sebenarnya menjadi kebanggaan Kukar karena termasuk fasilitas berstandar internasional, sejajar dengan kolam renang di Kota Balikpapan. Namun, kurangnya perawatan membuat kualitasnya menurun.

“Sebenarnya kita patut berbahagia karena kolam ini sudah sesuai standar. Di Kaltim, hanya Balikpapan dan Kutai Kartanegara yang punya fasilitas seperti ini. Tapi sayangnya, perawatannya kurang,” ungkap Novia.

Selain kondisi kolam yang memprihatinkan, ia juga menyoroti fasilitas penunjang seperti ruang ganti dan penginapan yang belum memadai. Setiap kali Kukar menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga air, peserta dari luar daerah sering kesulitan mencari tempat menginap.

“Begitu jadwal kejuaraan keluar, penginapan di Tenggarong langsung penuh. Ini sering jadi kendala bagi tamu dari luar daerah,” jelasnya.

Novia menilai, persoalan tersebut bukan hanya soal kenyamanan atlet dan peserta, tetapi juga menyangkut peluang ekonomi masyarakat.

Menurutnya, jika fasilitas diperbaiki, kegiatan olahraga air bisa menjadi daya tarik yang meningkatkan kunjungan dan pendapatan masyarakat.

“Kita bisa menggerakkan ekonomi daerah lewat event akuatik. Karena itu, kami mohon dukungan dari pemerintah dan semua pihak,” harapnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dispora, DPRD, hingga pemerintah daerah, untuk bersinergi membenahi fasilitas olahraga agar prestasi atlet Kukar dapat terus meningkat.

“Semangat juang atlet kami jangan diragukan lagi. Yang kami butuhkan sekarang adalah dukungan infrastruktur yang layak,” pungkas Novia. (Adv)