EXPRESI.co, BONTANG – BPS Kota Bontang membantah anggapan bahwa Kota Taman menjadi daerah dengan pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur. Kepala BPS Bontang, Nur Wahid, menyebut persepsi itu menyesatkan karena hanya melihat persentase, bukan jumlah absolut.
“Kalau bicara jumlah pengangguran, Bontang tidak tertinggi,” ujar Nur Wahid saat ditemui Expresi, Senin, 17 November 2025.
Nur Wahid menjelaskan angka presentase itu dihasilkan dari pembagian antara jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang ada di keseluruhan penduduk Bontang kemudian dikali 100 persen.
Berdasarkan data BPS Bontang tahun 2025, jumlah angkatan kerja Kota Taman mencapai 99.089 orang. Angka tersebut terdiri dari jumlah orang bekerja yang mencapai 92.786 orang dan jumlah pengangguran sebesar 6.305 orang
“Kita kan penduduknya tidak banyak, jadi hasil presentasenya jadi besar,” ujarnya.
Nur Wahid menyampaikan justru jumlah pengangguran Kota Bontang berada di urutan ke 7 dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim.
Ia memperlihatkan data terbaru per Agustus 2025 kepada Expresi. Hasilnya jumlah pengangguran di Bontang mencapai 6.303 orang. Urutan ke-2 terendah berikutnya Penajam Paser Utara sebesar 5.230 orang kemudian yang paling sedikit diraih Mahakam Ulu sebesar 590 pengangguran.
Masih mengacu ke data tersebut, tiga teratas jumlah pengangguran terbanyak se-Kaltim yang pertama di Samarinda sebesar 22.710 orang. Disusul Balikpapan sebesar 22.351 orang. Selanjutnya urutan ketiga diraih Kutai Kartanegara sebesar 17.592 pengangguran.
“Memang jadi semacam ironi ya, daerah dengan banyak industri tapi presentasenya paling tinggi, karena bicara presentase bukan jumlah” ujarnya
Nur Wahid menambahkan tidak semua dari jumlah pengangguran di Bontang itu mendaftarkan dirinya sebagai pencari kerja (kartu kuning)di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
Menurutnya, ada sejumlah alasan yang mungkin dipertimbangkan, diantaranya memang disebabkan tidak adanya skill dan tidak adanya kemauan bekerja di sektor formal.
“Tidak semuanya yang menganggur sekarang ini mengurus kartu kuning,” imbuhnya. (Labib)

Tinggalkan Balasan